untuk mendapatkan apa yang kau inginkan ada harga yang harus kau bayar. Untuk mewujudkan mimpi, ada harga yang harus kau tebus. Untuk memahami arti pengorbanan, ada harga yang harus kau penuhi. Untuk mengerti arti kehilangan, ada harga yang harus kau sadari. Untuk menemukan cinta, ada harga yang harus kau lunasi. Untuk mendapatkan kebahagiaan, ada harga yang harus kau tawar. Untuk mengobati lukamu, ada harga yang harus kau yakini
masih terus berharap
kutemukan kembali bagian yang hilang...
kutemukan kembali bagian yang hilang...
tanpa sengaja
kemerlip cahaya malam berbinar-binar
kutemukan diantara dedaunan
rerumputan
dan semilir angin di pucuk daun pisang
kulihat setitik cahaya itu beterbangan
sungguh menawan
keajaiban tuhan
kucari di dasar belukar
kudapati hatiku terurai sepi
kunang-kunang
kemerlip cahaya malam berbinar-binar
kutemukan diantara dedaunan
rerumputan
dan semilir angin di pucuk daun pisang
kulihat setitik cahaya itu beterbangan
sungguh menawan
keajaiban tuhan
kucari di dasar belukar
kudapati hatiku terurai sepi
kunang-kunang
kesabaran
menahan gemuruh dada
mengusap muka
membelai hati yang terluka
menata diri dengan pikiran terbuka
menanti
hujan yang datang setelah gerimis jatuh
menunggu keajaiban
semuanya berubah
banyak hal berubah
berkembang
tumbuh
seiring berjalannya waktu
cintaku pun bersemi
tumbuh
mekar
mengakar
seperti bunga
banyak hal berubah
berkembang
tumbuh
seiring berjalannya waktu
cintaku pun bersemi
tumbuh
mekar
mengakar
seperti bunga
aku lelah menanti pagi
aku lelah meniti hari
impian kian bersemi
namun semua berujung mimpi
dimanakah cinta kudapatkan
jika tak kutemukan kebahagiaan
aku lelah menjejakkan kaki
aku lelah melangkahkan jemari
aku ingin segera mati
aku lelah meniti hari
impian kian bersemi
namun semua berujung mimpi
dimanakah cinta kudapatkan
jika tak kutemukan kebahagiaan
aku lelah menjejakkan kaki
aku lelah melangkahkan jemari
aku ingin segera mati
suatu pagi
aku terbangun dengan setengah hati
kepala berat dan hati berduri
pikiranku terpenuhi oleh api
kesadaranku hilang ingin segera pergi
aku merindukan mati
tak ada tempat lagi
untukku memastikan
hidup tak habis sehari
aku terbangun dengan setengah hati
kepala berat dan hati berduri
pikiranku terpenuhi oleh api
kesadaranku hilang ingin segera pergi
aku merindukan mati
tak ada tempat lagi
untukku memastikan
hidup tak habis sehari
Use our secret safe tonight and are we out of sight Will our world come tumbling down Will they find our hiding place Is this our last embrace Ohh will the world stop caving in It could be wrong Could be wrong But it should've been right It could be wrong Could be wrong But let our hearts ignite It could be wrong Could be wrong Are we digging a whole It could be wrong Could be wrong This is out of control It could be wrong Could be wrong It can never last It could be wrong Could be wrong Must erase it fast It could be wrong Could be wrong But it could've been right Love is our resistance Keep us a promise they wont stop breaking us down Hold me Our lips must always be schooled If we live our life in fear I'll wait a thousand years Just to see you smile again Kill the press for love in peace You'll wake the far police We can hide the truth inside It could be wrong Could be wrong But it should've been right It could be wrong Could be wrong Let our hearts ignite It could be wrong Could be wrong Are we digging a whole It could be wrong Could be wrong This is out of control It could be wrong Could be wrong It can never last It could be wrong Could be wrong Lets erase it fast It could be wrong Could be wrong But it could've been right Love is our resistance Keep us a promise and they wont start breaking us down Hold me Our lips must always be schooled Good Night has reached his end We can pretend We must run... We must run... It's time to run Take us away from hell Protect us for the... RESISTANCE...
tak pernah kutemukan jalan lurus
melintas dua pohon beringin tua
menutup mata
meraba-raba hati
menapaki jejak kehidupan
berharap
kesucian hati menuntunku
berjalan
melintas dua pohon beringin tua
menutup mata
meraba-raba hati
menapaki jejak kehidupan
berharap
kesucian hati menuntunku
berjalan
aku memberi kebebasan pada dirinya...
karena di persimpangan ini tentu terbuka jalan
tapi aku tetap memastikan
di sini
aku masih mencintaimu...
karena di persimpangan ini tentu terbuka jalan
tapi aku tetap memastikan
di sini
aku masih mencintaimu...
hari ini
aku menengadah langit
memejamkan mata
meraba hati yang telah buta
semoga Tuhan mau membukakan pintu-Nya
Ya Allah
aku mohon pada-Mu...
mendadak
aku ingin mataku buta
karena hatiku terluka
sebilah parang bersarang dalam dada
bukan karena pengkhianatan
tapi aku tak sanggup menahan derita
cinta
seperti cahaya
menyilaukan
membutakanku...
maka
adakah oedipus sebenarnya
aku ingin menemaninya
dalam kebutaan dan kehampaan
hariku mulai kosong, tepian sudut dalam hatiku mulai bolong
ketika mataku tak menemukanmu di pagi hari
sebentuk rasa mulai terbingkai dalam hati
kehilanganmu...
begitu berat
Apakah cinta mengenal jarak jika yang dibutuhkan adalah kedekatan hati
Apakah cinta mengenal lelah jika yang dibutuhkan adalah kesetiaan
Apakah cinta mengenal benci jika yang dibutuhkan adalah pengertian
Apakah cinta mengenal api jika yang dibutuhkan hanya setetes embun
Mengapa cinta harus mengenal jarak jika yang kita membutuhkan kedekatan hati, sehingga cinta terlihat tak berjarak lagi, sejauh apa pun.
Mungkin konsep jatuh cinta itu salah, karena (jatuh) akan membuatmu terpeleset, tersungkur hingga terhempas oleh cinta. Barangkali kita telah menemukan cinta karena kita tidak akan pernah sekalipun menemukan cinta yang sama dan kau boleh menyimpannya tanpa kau tahu apakah cinta itu akan selalu terkenang atau harus kau lupakan.
Menikmati sisa malam yang tersisa, jeritan hati dan kegelisahan yang menyelimuti kuseka dengan do’a dan harapan. Tak pernah lelah kueja dengan kata mutiara tentang mimpi yang terbagi. Semoga...
Gue gak tau lagi setelah semalam dia berpesan, kepala gue langsung terisi dengan kehitaman, mata gue terisi air dan perut gue bergejolak sampai dada. Ini sungguh berat bagi gue, memahami arti pesan itu setelah gue tahu kalo dia merasa berat, menyerah. Gue disini masih mencintainya segunung. Tapi dia merasa berat karena cinta segunung terlalu jauh untuk mendaki. Please...its so hard to me
memang perlu perubahan dalam hidup gue setelah sekian lama bertahan dengan kostum yang lama akhirnya gue menemukan kostum baru yang lebih lembut semoga lebih menyenangkan...
Aku merasa, bahkan sangat merasa. Kisah cinta adalah sebuah kisah yang tidak lebih jauh berbeda dengan apa yang terjadi dalam cerita, buku, novel, dan film. Ketika pengharapan, keyakinan dan perasaan sayang menyelimuti, ada rona kebahagiaan, ada kerinduan yang membuncah, ada kegilaan dalam berpikir, ada amarah yang terbakar api cemburu, ada permainan hati. Semua rangkaian peristiwa terbalut indah dengan kata cinta. Hati berbuanga-bunga bermekaran indah di taman. Perasaan sejuk seperti tetesan air terjun dan gerimis hujan yang jatuh di atas daun. Cinta adalah romansa kehidupan dalam sebuah titik episode yang menggetarkan, mengharukan bahkan sangat mengejutkan. Ada akal yang terkelabui, ada hati yang bersemi, ada jiwa yang melayang terbawa mimpi, ada belahan jiwa yang bersemayam dalam hati. Terbayang selalu. Tapi lagi-lagi alam sadarku berkata, mimpi, pengharapan, rindu dan sejuta cinta yang terpendam dan tumbuh selebat hutan pun akan terhempas manakala cinta hanya berakhir pada cerita indah namun tiada arti jika akhirnya kenyataan paling buruk terjadi, perpisahan menjadi jawaban. Ketika berbagai istilah datang, cinta menjadi kata dengan sejuta arti yang tak mampu terdefinisikan. Seperti perasaan yang tak mampu diterjemahkan. Aku sampai pada hari dimana aku tak lagi mampu memegang hatiku, ketika keyakinan yang kumiliki selalu terbantahkan menjadi tanda tanya. Apa yang menyebabkanmu begitu yakin bahwa seseorang yang ada dalam hatimu akhirnya bisa hidup bersama. Akan tetapi kau tidak mengetahui rahasia kehidupan pada masa depan yang terjadi pada dirimu menyangkut takdir. Apakah justru aku akan sangat kecewa jika jawaban rahasia yang kuketahui adalah buruk. Berjuta kali aku berpikir, beribu kali kubayangkan dan tak kutemukan rumusnya bahwa keyakinan adalah satu-satunya alasan untuk mengetahui bukti rahasia itu. Sejenak aku malah ingin membunuh rasa itu, membiarkannya pergi dan perlahan-lahan menjadi arti kata yang lain, kukejar mimpi yang lain. Aku merasa sadar bahwa aku tidak benar-benar bisa lari dari kenyataan, bahwa apa yang tampak di depan mata jauh lebih penting dari sekedar apa yang ada dalam bayangannku nanti. Fase kehidupan terus berjalan dan aku belajar mengerti bahwa memahami hidup dan menjalaninya dengan baik adalah rumus yang sulit untuk diterapkan. Seringkali lebih terpenuhi oleh mimpi-mimpi, harapan, impian, yang mungkin hanya menjadi cerita yang belum dituliskan. Aku harus bersikeras dengan menjalaninya membangun puing-puing itu menjadi sebuah tiang yang kuat menjulang tinggi, daripada diterbangkan angan dan bayangan semu cinta sehingga aku kehilangan arahku dan tempatku berpijak di tanah, karena terlalu lama berada dia atas langit. Akhirnya aku sampai pada garis dimana aku tidak lagi terlalu megharapkan sesuatu terjadi seperti keajaiban, karena realita yang ada seakan bertolak dengan segala anganku. Percuma saja, kau bangun mimpi-impi itu dia atas angin, sama saja membiarkan diterbangkan angin tanpa kau tahu kemanakah angin membawanya. Memang rasa hati ini begitu kuat, walapun sampai air mata deras mengalir dan dada terguncang seperti gempa kau harus menerima segalanya dengan lapang hati dan penuh keikhlasan. Bukankah aku tercipta dengan nama itu, tapi aku harus banyak belajar ketika merelakan itu terasa berat jika akhirnya menjadi perpisahan. Aku tidak bisa membayangkannya lebih jauh lagi. Maka seluruh perasaanku akan terkuras habis dan hilanglah kesadaranku. Aku tak mampu lagi berpikir dan menerima logika. Selalu saja aku mencari kemungkinan-kemungkinan dan akhinya aku terbelalak dengan mata menyala-nyala dan gemuruh dada bahwa aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sungguh, aku hanya bisa berlutut dan menutup muka dan akhirnya aku bersujud sehingga mukaku menyentuh tanah. Kuserahkan semua-Nya padamu. Aku hanya berusaha membuat garis lurus sepanjang mungkin, kalaupun yang kutulis menjadi garis putus-putus dengan banyak lekukan seperti gelombang maka itulah lika-liku perjalanan hidupku menjadi bagian dari sejarah. Biarkan aku tidak mengetahui sesuatu, menjadi rahasia, daripada setelah kuketahui menjadi tersiksa olehnya. Biarkan ini menjadi mimpi kalaupun suatu saat nanti akan terbangun. Biarlah ini menjadi catatan karena suatu saat nanti mungkin kutemukan dan kubaca ulang, biarlah ini menjadi sepotong cerita dari jutaan cerita yang ada. Biarlah ini menjadi harapan seperti do’a yang selalu terkumandang layaknya adzan. Biarlah tangisan ini menjadi rintihan yang bisa menghiburku dan saksi bisu oleh para malaikat. Biarlah ini menjadi bagian yang tidak penting dan suatu saat bisa terhapuskan. Tidak ada hal yang mudah bisa kau bayangkan menjadi arti dan jawaban dari kesejatian yang kau cari selama ini, ketika kehidupan berakhir menjadi kematian maka rumusnya tidak menjadi rumit lagi. Tapi kehidupan yang dijalani tidak sekedar rumus yang perlu dihitung tapi perlu juga kau pertanggung jawabkan. Memang hati dan jiwa selalu bisa bersama, tapi seringkali berseteru memahami arti dan perasaan sendu yang berubah menjadi gerimis yang turun lewat air mata. Mungkin lebih mudah membayangkan nanti, tapi lebih rumit menerima jawabannya kemudian, bahwa tak ada jaminan. Kau berusaha mencari artinya sendiri dalam setiap tanda-tanda kehidupan. Tak ada yang berbeda dengan cinta, tak ada yang istimewa dengan perasaan rindu. Karena sebenarnya jutaan orang memilikinya, bahkan kau merasakannya sendiri begitu tertanam dalam hatimu sehingga sulit kau lepas, untuk merelakannya pergi, menghapuskannya dari ingatanmu, dan membuatnya menjadi cerita yang terkenang entah sampai kapan habisnya waktu. Maka aku harus membangun diriku untuk selalu percaya pada apa yang kumiliki, percaya pada api yang mengobarkan semangatku, percaya pada nasihat yang menyadarkanku. Percaya pada hatiku sendiri. Bahwa segalanya tidak mungkin mudah diraih selain melewati penderitaan yang begitu panjang, pengorbanan dan rintangan yang menghalang. Tapi selama matamu menatap ke depan dengan penuh keyakinan kau masih memiliki langkah kaki yang kuat, orang yang mendampingimu dan berusaha mendorongmu dari belakang. Kau tidak sendirian. Ada ribuan doa yang diam-diam selalu dititipkan ke dalam sakumu. Lewat mata kedua orang tuamu, sahabatmu, teman-temanmu. Bahwa tak ada yang tidak bisa terjadi selama kau menginginkanya terwujud dan niatmu akan direstui oleh-Nya. Amien.
$6.00 Welcome Survey After Free Registration!
Lama sekali aku teduduk termenung menatap ke depan dengan pandangan kosong, sementara pikiranku berkecamuk seperti tersesatnya jarum dalam jemari. Aku tak menemukan seceracah cahaya lagi di sana. Ketika rasaku akhirnya harus percaya. Bahwa selamanya kepastian ini adalah ketetapan. Aku hanya menginginkan satu nama itu. Semoga 1000 do’a cukup untuk mengabulkannya.










