Bila kau tak di sampingku, aku mengeja rindu terbata karena
selaksa kata terhapus begitu saja. Pada malam kelabu, aku sudah dibuai rindu
yang menggebu tentang cinta lalu. Tak akan kubiarkan kau terluka oleh semua
ketiadaanku. Memang, lintasan waktu dan jarak begitu kuat memenjarakan hasrat pada
belenggu kerinduan yang tercekat. Janji, seperti menanti harapan. Biarkan sisa-sisa
pertemuan kubiarkan tertinggal kenangan. Memimpikan hadir menemani setiap
malam. Aku merindukanmu, seperti seabad tak bertemu. Bahkan, rasa sakit karena
memikul beban rindu sendirian. Luapkan rasa tentang cinta yang tak selalu
manis, tapi miris.
Saya memanggul
tas di punggung dan merapat di pintu kereta Virgin Train begitu sampai di stasiun Manchester Piccadilly. Harga tiket kereta api ini sebesar 77 Poundsterling pulang-pergi. Saya turun di stasiun yang tercatat sebagai stasiun kereta paling besar dan
sibuk di Manchester. Stasiun ini begitu besar dengan kereta berteknologi
canggih.
![]() |
| Bukan di stasiun Manggarai, sumber dari sini |
Setelah sampai
di Piccadilly, saya bergegas menuju Old Trafford. Old Trafford terletak di
pinggiran kota. Sebenarnya bisa ditempuh dengan jalan kaki, akan tetapi
mengingat kondisi badan kurang fit, akhirnya saya memilih naik Metrolink.
![]() |
| Masuk tram dahulukan kaki kanan, sumber |
Metrolink adalah angkutan umum jenis tram yang ada di kota Manchester. Saya tidak merasa
kebingungan karena tersedia peta jaringan tram yang bisa didapatkan dengan mudah
melalui internet, bahkan peta juga terpasang di dalam tram. Saya membeli tiket seharga 3 Poundsterling di vending mesin. Jalur menuju Old Trafford berwarna kuning
ke arah Altrincham dan saya turun dekat stadion. Saya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai ke sana. Hawa dingin menyelimuti menemani langkah kaki saya menuju stadion kebanggaan milik Manchester United tersebut.
![]() |
| Ini bukan lintasan jalur busway, sumber |
Saya benar-benar kagum begitu menyaksikan “Theatre of
Dreams” stadion Old Trafford dengan mata telanjang dari dekat. Jelas, di depan
mata saya, stadion yang begitu megah berdiri. Sepanjang saya mengagumi
Menchester United, belum pernah sekalipun terbayangkan bisa menginjakkan kaki
di depan stadion ini. Bahkan, saya masih merasa ini adalah mimpi. Seluruh fans
MU pasti memimpikan seperti saya, bisa hadir dan menyaksikan pertandingan tim
kesayangannya secara langsung.
![]() |
| Old Trafford tampak depan, sumber |
Bagi saya, Old Trafford adalah tempat semua fans
menuju. Kali ini, saya seperti menuntaskan ibadah haji sebagai fans MU. Saya menyadari
bukanlah satu-satunya, ratusan bahkan ribuan fans MU lain sebentar lagi akan
memenuhi stadion ini. Orang-orang mengenakan jersey MU kebanggaan mereka. Tidak
hanya itu, mereka mengenakan atribut lain seperti syal, bendera dan topi. Saya
tidak bisa memendam suka cita dan rasa syukur yang begitu besar dalam kerumunan
para fans. Saya tidak malu untuk bergabung bersama mereka dan merasa begitu
dekat bahkan tanpa saling mengenal.
Selang beberapa menit, mereka mulai memandangi saya. Memang,
saya memakai warisan budaya Indonesia yang diakui dunia, batik. Saya memilih
memakai batik MU untuk memperkenalkan kepada seluruh fans bahwa Indonesia turut
memberi dukungan. Bahkan tercatat, fans MU adalah terbesar di
Indonesia. Fans pun ada yang tersenyum melihat saya, bahkan ada yang berani berfoto
dengan fans MU berbaju batik ini. Saya pun tersenyum, bangga.
![]() |
| Dengan bangga; Batik Manchester United, sumber |
Di sudut lain, para pendukung fanatik MU berjoget dan
menari-nari di sekeliling stadion meneriakkan yel-yel "Glory Man United,
Glory... glory Man United..." Mereka sudah di bawah pengawalan ketat aparat
keamanan setempat. Sejumlah pasukan polisi berkuda, terutama polisi perempuan,
juga dikerahkan untuk menjaga keamanan dan antisipasi jika terjadi huru-hara di
dalam stadion.
Gemuruh di luar stadion sudah membahana, gegap gempita
teriakan The Guardian membakar semangat sebelum pertandingan dimulai. Karena
kerumunan semakin banyak, saya pun memutuskan tertib antre bersama fans lain
yang sangat antusias memasuki stadion. Lalu saya memindai tiket pada mesin, kaki
saya begitu mantap menginjak lantai Old Trafford. Udara dalam stadion seakan lebih
segar meski penonton yang hadir berjumlah ribuan. Saya berusaha membekukan
waktu dan menikmati momen menyaksikan kemegahan stadion dari dalam. Saya berdiri
di antara gerbang masuk dan tribun penonton yang terdapat ruang tunggu
berlantai merah. Berjalan sebentar saya sudah naik ke tribun dan menunjukkan
tiket kepada salah satu staff yang mengarahkan tempat kursi saya.
“That’s your seat. See, just straight down
there in south stand, on the right, two rows from the pitch, ok?”
Saking bersemangatnya, saya mengangguk cepat dan
segera meninggalkan petugas yang tersenyum ramah. Suasana yang meriah, petugas
yang ramah, dan keamanan yang terjamin membuat saya merasa tenang akan
menikmati pertandingan.
Saya membeli tiket di tempat tersebut berdasarkan cerita
dan kabar dari fans yang pernah menonton secara langsung di Old Trafford. South
stand adalah posisi favorit karena pandangan mata dapat menangkap segala sudut
lapangan.
Dari posisi tersebut, saya dibuat kagum karena dapat
melihat tulisan “Manchester United” yang tersusun dari kursi-kursi penonton di
North Stand. Secara tidak sadar saya bertepuk tangan sendiri sehingga memancing
penonton yang duduk di sebelah saya mendelik aneh. Sadar dilihat, saya pun diam
dengan wajah malu.
![]() |
| sumber |
Dasar bodoh, membatin.
Saya melihat antrean penonton yang menunggu giliran
masuk dekat pintu, tetapi kerumunan tersebut tidak mau bergerak. Rupanya mereka
menantikan pemain-pemain masuk ke stadion. Dari posisi saya berdiri, pintu
masuk para pemain hanya berjarak lima meter dan saya bisa melihat langsung tanpa
perlu berdiri dari kursi. Para pemain itu memasuki stadion dengan rapi, meski
para fans dapat melihat dari dekat tak serta merta membuat suasana menjadi
ricuh. Saya pun hanya memandang mereka dari tempat duduk.
Sungguh, saya merasa beruntung, pengalaman ini tak mungkin
disia-siakan untuk mengambil gambar. Dengan kemampuan jepretan amatir dari kamera
saya, sebisa mungkin pemain yang lewat saya foto. Tidak lama saya menikmati
momen tersebut karena kerumunan fans lain di sebelah pintu mendesak masuk
sehingga menghalangi bidikan lensa kamera. Saya pikir, bisa melihat para pemain
lagi setelah pertandingan usai karena mereka pasti melewati pintu yang sama.
Tak pernah terlintas dalam benak saya bisa duduk di
kursi ini dan menyaksikan para pemain cadangan melakukan pemanasan. Danny
Welbeck sibuk memainkan bola tepat di depan mata saya, Ashley Young lagi
pemanasan berlari-lari kecil di tepi bersama Adnan Januzaj.
Saya tidak menyangka bisa duduk sedekat ini dengan
para pemain dan lapangan. Selain itu saya baru menyadarai posisi saya duduk
dekat dengan jalur masuk ke kamar ganti. Posisi ini benar-benar menguntungkan
saya karena bisa menikmati aktivitas pemain dari jarak dekat.
Tentu saja, saya hadir untuk menyaksikan pertandingan,
tidak mau disibukkan dengan kegiatan dokumentasi saya langsung menyimpan
kamera. Mata saya kemudian menangkap tulisan “Theatre of Dreams” di tribun
seberang. Dada saya bergemuruh dan rasanya ini adalah kebangkitan hasrat saya
akan kecintaan terhadap MU. Rasa kagum ini begitu membuncah, mata saya
menghangat tiba-tiba. Entah, pelupuk mata mendadak basah karena mimpi mewujud
nyata.
Saya ingin mengabarkan pacar saya, keluarga dan
teman-teman dekat. Perasaan bahagia ini hanyut dalam rasa syukur yang
berlimpah. Akhirnya saya di sini, Old Traffor di antara sekitar 75.000 penonton
yang memadati stadion kebanggan The Guardian.
Tulisan “Theatre of Dreams” adalah doa bagi seluruh
fans, agar mereka bisa datang dan menjadi saksi pertandingan MU secara langsung.
Kali ini saya akan melihat pertandingan langsung
Manchester United kontra Aston Villa di kandang sendiri. Meski tercatat
akhir-akhir ini prestasi MU di bawah asuhan David Moyes kurang bersinar.Saya sebagai fans merasa kecewa kepada pelatih
Menchester United sekarang. Begitu juga para fans lain yang kecewa kepada
pelatih David Moyes. Kekesalan fans semakin memuncak setelah tim setan merah dipecundangi
rival sekota, Manchester City dengan skor telak tertinggal 0-3 pada 26 Maret
2014.
Saya menghela napas, pertandingan kali ini rencananya fans
akan menyewa pesawat menarik spanduk bertuliskan “Wrong One, Moyes Out”. Saya masih
belum percaya, hal ini akan benar-benar terjadi. Fans sengaja mengumpulkan dana
sebesar 1.000 poundsterling untuk menyewa pesawat tersebut. Hal itu dilakukan oleh
fans sebagai bentuk protes sekaligus tanggapan secara langsung atas spanduk
besar bertuliskan “Chosen One” yang telah digantung dalam Old Trafford sejak
Moyes diangkat sebagai penggantinya Sir Alex Ferguson pada bulan Mei lalu. Tentu,
saya ingin menjadi salah satu saksi perhelatan penting bagi karir pelatih David
Moyes.
![]() |
| sumber |
MU terpuruk di tingkat klasemen sementara Premier
League dan tidak akan tampil Liga Champions musim depan. Laga kali ini begitu
krusial di mata pelatih David Moyes yang berada di ujung tanduk.
Jantung saya berpacu, seseorang di sebelah saya
menyerahkan koran. Saya pun membaca koran lokal Inggris Manchester Evening News, dikabarkan pesawat yang disewa fans akan
terbang berputar-putar selama 15 menit di atas Stadion Old Trafford jelang
pertandingan Manchester United vs Aston Villa. Artinya, sebentar lagi pesawat
itu akan melintas. Buru-buru saya mengamati langit Manchester yang berwarna
biru muda. Gemuruh para fans yang bersorak menantikan pesawat, sedangkan saya malah
cemas. Beberapa menit kemudian suara dengung mesin pesawat terdengar samar di
udara disambut dengan gemuruh fans yang lebih membahana. Saya tahu, teriakan
fans adalah bentuk mengamini tulisan di spanduk tersebut. Dada saya kembali
bergemuruh dan bangkit berdiri ikut meneriakkan yel-yel yang diikuti dengan
tangan mengepal menyentuh dada.
![]() |
| sumber |
Di stadion Old Trafford semua kursi bernomor. Tak satu
pun penonton yang dapat mengokupasi nomor kursi orang lain. Para petugas
berdiri sepanjang pertandingan menghadap penonton. Tak sedetik pun petugas menoleh
ataupun mengintip jalannya pertandingan. Mereka berdedikasi untuk mengamankan stadion.
Matanya terus mengawasi para penonton, takut berpotensi menimbulkan kericuhan.
Jumlah petugas lebih banyak lagi di antara supporter Man United dan Aston Villa.
Di bagian lain terdapat tempat khusus bagi pengguna kursi roda yang ingin
menyaksikan pertandingan. Sekali lagi, saya dibuat kagum dengan fasilitas
stadion ini.
Jelang dimulainya pertandingan seluruh tribun bergemuruh ketika wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan. Kedua tim masih bermain aman di awal pertandingan. Tak
ada peluang bagus sebelum sundulan Wayne Rooney di menit 9 masih tidak tepat ke
sasaran dan jauh melalui mistar gawang.
Klub Aston Villa malah mengungguli tim setan merah di
menit ketiga belas. Dari titik dua belas pas, Ashley Westwood mengambil
esksekusi tendangan bebas yang susah dibendung oleh kiper David De Gea. Fans MU
tercengang, saya pun terperangah melihat tim kesayangan tertinggal lebih dulu. Penonton
yang lain bahkan meneriakkan kata-kata kasar melampiaskan kekecewaan di tribun
penonton. Suasana semakin menegang menantikan aksi balasan dari tim Manchester.
Saya pun dibuat gregetan karena serangan-serangan yang dibangun MU masih mudah
terbaca, beberapa kali operan bola di lini tengah mampu direbut.
Barulah pada tujuh menit
kemudian, Shinji Kagawa yang membawa bola dari sisi kiri tak diberi pengawalan
ketat dari musuh sehingga mampu mengumpan bola tepat ke arah depan gawang yang
langsung disambar dengan sundulan kepala Rooney. Kiper Brad Guzan terkejut dan
tidak siap melakukan tindakan antisipasi sehingga gawang Aston Villa kebobolan.
Saya bersorak diikuti ribuan penonton yang melihat selebrasi pemain merayakan
gol. Tentu saja, saya merasa ikut meluapkan kegembiraan.
![]() |
| Selebrasi Rooney, sumber |
Pertandingan pun dilanjutkan, tim
Manchaster lebih bersemangat membangun serangan meski masih dipatahkan oleh
Aston Villa. Tatapan harap-harap cemas dari tribun penonton membuat saya ikut
khawatir pertandingan ditutup imbang.
Akhirnya serangan demi serangan
yang dilancarkan tim tuan rumah dijegal oleh pertahanan tim lawan, sehingga
terjadilah pelanggaran. Wasit Martin Atkinson dengan tegas memberikan penalti setelah
Leandro Bacuna melakukan tackle berbahaya
mengenai kaki Juan Mata yang roboh di depan gawang Aston Villa. Rooney sebagai
eksekutor dengan mantap menjebol gawang disambut dengan pelukan erat dari
teman-teman The Guardian. Tuan rumah unggul 2-1 sampai turun minum ketika wasit
meniup peluit panjang.
Saya dan ribuan penonton
menyambut kemenangan tersebut dengan yel-yel penuh antusias jelang berakhirnya
babak pertama. Dari tempat saya duduk, bisa terlihat jelas pemain-pemain yang
telah berjuang di arena gladiator lapangan hijau meninggalkan lapangan melalui
pintu. Momen tersebut saya manfaatkan untuk kembali mengambil gambar. Sang pelatih
David Moyes terlihat lebih tenang dan senyum tipis mengiasi wajahnya begitu
ikut mengekor di belakang pemain memasuki pintu.
Ketika babak kedua dimulai, terdapat
beberapa rotasi pemain dan gaya strategi serangan. Aston Villa tim tamu malah
lebih dulu memiliki dua kesempatan emas lewat Christian Benteke. Pemain dari
Belgia tersebut belum maksimal memanfaatkan peluang sehingga gawang De Gea
masih aman dan terjaga.
Pelatih David Moyes terlihat
tegang, raut mukanya kencang dan sesekali teriak dari tepi lapangan memberikan
arahan instruksi. Tangannya menunjuk-nunjuk ke gawang lawan. Berkat dorongan
pelatih, akhirnya tim Red Devil mampu
menambah keunggulan satu gol di menit ke-57. Pertahanan Aston Villa mulai
renggang karena lini depan dikuasai oleh Manchaster dan kepanikan terjadi. Juan
Mata berdiri di posisi yang nyaman ketika bola liar itu diterjang dengan
kakinya merobek jala gawang Aston Villa dan mengubah kedudukan men jadi 3-1.
| Sumber |
Sorak sorai kegembiraan
penonton kembali pecah, seluruh atribut bendera berkibar. Beberapa penonton di
sebelah saya berpelukan senang karena keterpurukan MU kembali terselamatkan.
Penampilan Adnan Januzaj di
lapangan membawa atmosfer baru dalam serangan MU. Dia berhasil melewati dua bek
Aston Villa dan menendang bola ke arah
gawang, sayang masih mudah terbaca oleh kiper Guzan. Hal demikian pun terjadi
saat tendangan Rooney masih terlalu lemah sehingga mudah berpindah ke pelukan
kiper Aston Villa tersebut.
Tim tamu tak lantas terus
bertahan, perlahan tapi pasti serangan-serangan Aston Villa kerap mengancam
gawang MU. Namun, tendangan Benteke masih liar tak terukur ke gawang De Gea
sehingga mudah keluar sasaran. Saya ingin rasanya wasit meniup peluit panjang
tanda berakhirnya pertandingan. Duduk di tribun menyaksikan tim kesayangan
berjuang, saya tak henti-henti mendukung. Rasanya hitungan menit begitu lama,
saya takut MU lengah dan berpuas diri dengan hasil sementara 3-1. Pertahanan MU
kerap tak waspada menghadang serangan Aston Villa yang begitu tiba-tiba dan
mengandalkan serangan balik. Kecepatan lari Benteke memang diakui karena bek
kiri Manchester United tak mampu mengejarnya. Beruntung, tak ada serangan yang
berhasil mengubah angka.
Tribun penonton kembali
bergemuruh dengan suka cita manakala Chicharito merobek jala lawan pada menit 91. Gol pemain
asal Meksiko menutup pertandingan dengan cantik lewat umpan silang yang
dilepaskan oleh Januzaj.
| sumber |
Senang sekali pertandingan kali ini dimenangkan oleh
MU dengan skor 4-1. Saya sempat mengira MU mampu ditahan imbang langsung
bertepuk tangan begitu wasit meniup peluit panjang. Meski desas-desus
berakhirnya karir pelatih David Moyes mewarnai selama pertandingan dengan
terbangnya pesawat berspanduk tersebut, akan tetapi dengan kemenangan ini mampu
menyelamatkan MU dari keterpurukan. Selalu ada harapan, bagi masa depan MU.
Saya tidak langsung berdiri
dari bangku penonton. Begitu para pemain melakukan selebrasi kemenangan dan
satu per satu meninggalkan lapangan, saya tetap mengabadikan momen tersebut
dengan mengambil foto. Penonton di sebelah saya yang sempat meminjamkan koran
mengajak ngobrol. "Football is my
life," kata Robert. Dia datang ke stadion bersama anaknya. Baginya, seorang
bapak harus menularkan kecintaan terhadap bola kepada anaknya. Jangan sampai
anaknya jatuh cinta pada klub lain, katanya sambil tertawa. Antusiasme warga
Inggris terhadap sepakbola memang begitu besar, terutama di Manchester.
Saya pun bersyukur bisa menyaksikan kemegahan stadion, melihat para pemain dari dekat,
dan merasakan atmosfer pertandingan klub setan merah yang saya cintai di kandang sendiri. Setelah penonton bubar, saya bersiap-siap
meninggalkan stadion. Masih ada tugas bagi saya membuat laporan berita olahraga.
Para fans MU di Indonesia pasti tidak sabar membaca
liputanku dimuat di koran lokal Indonesia. Sampai jumpa.
*) liputan sebelum David Moyes turun tahta, MU vs Aston Villa pada Sabtu, 29 Maret 2014
Nantikan liputan saya bersama Mister Potato di 7 ikon kota lainnya... Ngemil eksis pergi ke Inggris!
![]() |
| Ini camilan Fans, ada logo MU! |
Pagi ini terasa lebih indah. Yak, gue mau berlibur ke ResortWorld Sentosa Singapura. Setelah mempersiapkan perbekalan beras, gula, dan
setandang pisang, Gatotkaca berangkat ke bandara. Kok, Gatotkaca nggak terbang aja?
Ceritanya, gue bangun pagi buru-buru menuju bandara lewat jalur darat. Begitu tahu lalu lintas Jakarta nggak pernah diprediksi, si Komo
lewat. Lalu tiba-tiba Godzila dari arah berlawanan menyerobot jalan. Mereka
beradu mulut, bukan ciuman. Terjadi chaos
yang mengakibatkan kemacetan sepanjang jalan kenangan. Akhirnya Gatotkaca
mengatur lalu lintas dulu. Nanggung, kalau terbang kena polusi udara, jadi Gatotkaca naik angkutan umum.
Tapi macet memang tak terhindari. Sumpah, gue deg-degan takut telat. Yoi, Gatotkaca juga punya perasaan.
Tapi macet memang tak terhindari. Sumpah, gue deg-degan takut telat. Yoi, Gatotkaca juga punya perasaan.
Sesampainya di bandara dengan selamat, Gatotkaca ngantre seperti
biasa, melalui bagian imigrasi dan pemeriksaan barang. Kemudian bapak-bapak
bertubuh tegap dan tinggi memandang gue sinis, matanya mendelik tajam. Gue
ngerasa tidak punya masalah sehingga berusaha bersikap biasa saja. Ternyata, orang-orang belum biasa melihat
Gatotokaca.
Setelah pipis terlebih dahulu, gue menghubungi Ariev. Traveler serius yang lucu.
“Gue udah di bandara nih, Riv. Lo di mana? Gue berangkat pukul
9 pagi”
“Hahaha. Gue berangkat pukul 9 malam.”
Ternyata, kami beda jadwal keberangkatan. Gue tepok jidat sekuriti.
Baiklah, Gatotkaca juga bisa jalan sendirian. Kemudian gue diperiksa oleh petugas. Tangan, badan, ketek, paha disensor alat detektor. Begitu sampai di bawah pusar
gue, alat itu berbunyi. BIP... BIP...
BIP...
Dia nggak tahu,
Gatotkaca kan otot kawat tulang besi, ya jelas bunyi.
“Apa ini?”
“Ini sebilah keris, Pak.” Gue menyimpan keris pusaka itu di pinggang.
“Senjata tajam tidak boleh dibawa ke pesawat.”
“Ini bukan senjata tajam, Pak?”
“Keris itu termasuk senjata tajam.”
Kami terlibat debat sengit. Petugas itu tetap bersikeras
menganggap keris sebagai barang terlarang dibawa ke dalam pesawat. Padahal,
seumur-umur keris itu nggak pernah dipake macam-macam. Motong bawang aja,
jadinya nggak lurus. Ngupas mangga aja lama. Kenapa dia khawatir dengan keris, ya?
“Jelas, ini peraturan. Keris tidak boleh dibawa.”
“Pak, ini imitasi, tiruan!.”
“Apa?! Anda membajak keris yang asli. Anda harus ditangkap!”
Ini jelas berita buruk, keris gue ditahan di bandara. Tidak mungkin
Gatotkaca berpisah dengan kerisnya. Kekuatan Gatotkaca akan berkurang jika
senjata pamungkasnya terpisah, kami sudah seperti biskuit oreo dan susu. Meski diputer,
dijilat pasti bakal dicelupin juga.
Belum ada sejarahnya Gatotkaca ditangkap karena kedapatan
membawa keris palsu di bandara. Gue harus berkelit dan tetap menyelundupkan
replika ini sampai ke Singapore.
“Saya ada penampilan kesenian di Singapura, kedutaan besar
Indonesia di sana khusus mengundang saya tampil di acara kebudayaan mewakili
Indonesia.” kilah gue.
“Benarkah? Kalau begitu saya coba diskusikan ke bagian
keamanan dulu.”
Gue tersenyum puas. Bapak-bapak itu mendatangi pria berjas
yang gue duga sebagai kepala bagian keamanan. Dia terlihat berbicara serius.
Gue mengela napas berat. Sebentar lagi pesawat boarding dan tidak mau tertinggal. Nggak lucu aja gitu, Gatotkaca ketinggalan pesawat.
“Keris ini boleh dibawa, tapi disimpan di bagasi.”
“Baik, Pak. Tapi tolong jangan disimpan sembarang. Baru saja
pagi tadi keris ini dimandiin kembang.” kata gue berbohong.
“Iya, saya pastikan ditempel stiker fragile.”
Beruntung, bapak itu memercayai alasan gue. Dengan segera
gue masuk ke dalam pesawat agar adegan lari-lari sebelum take off tidak
terjadi. Pesawat pun landing sukses. Gatotkaca naik pesawat. Ternyata, di
pesawat gue duduk bersama penulis Roy Saputra yang baru saja novel
Luntang-lantungnya difilm-in. Cool. Selamat ya, Bang.
Mendarat di bandara Internasional Changi Airpot, gue cemas
keris gue hilang. Berkali-kali gue memastikan barang sampai di tangan gue. Bukan
tangan pilot.
Di bandara ini, gue sudah dijemput dengan bapak-bapak
berperawakan tinggi dan langsung mengantar ke penginapan. Gatotkaca pun check in, ganti kostum, jemur keris, dan
makan dulu.
| Gatot kaca bukan geret koper! |
Bagaimana kelanjutan Gatotkaca di USS?
Gue terlonjak kegirangan begitu hasil pengumuman kuis
ditayangkan. Malam itu, gue mendapatkan kabar dari @arievrahman bahwa gue
disebut-sebut sebagai pemenang free trip to Resort World Sentosa.
![]() |
| Im chosen one! |
Sejujurnya,
gue ingin bersujud meluapkan rasa syukur. Di sisi lain, gue berada di dalam
kamar mandi menuntaskan hasrat mulas perut gue. Tidak mungkin. Memang, sudah
jadi kebiasaan kalau sedang boke* paling
enak diimbangi dengan kegiatan membaca. Karena tidak ada majalah di kamar mandi
gue, hapelah jadi sasarannya. Sambil cek timeline Twitter, energi yang lain gue pakai
untuk memaksa sisa gas emisi dalam perut untuk segera meluncur ke bawah. Tidak perlu
dibayangkan.
Kenapa awal ceritanya
begini, ya?
Setelah dirasa lega, gue pun menekan tombol flush. Dan suara
air itu memecah keheningan sekaligus membuka rasa senang dalam hati gue. Masalahnya,
setelah gue tekan tombol itu, gue lupa naro handphone
gue di mana? Jangan-jangan ikut hanyut? Astaga!
Gue panik mencari sekeliling kamar mandi yang tidak begitu
luas, lebih luas bilik suara pemilu. Dalam keadaan handuk tersampir menutupi
bagian bawah, gue melanjutkan pencarian handphone
yang ternyata tergeletak di tempat sabun. Buru-buru gue ambil dan kembali
mengenakan baju.
Setelah bersiap mengemas pakaian dan mengambil koper, tak
lupa gue membawa paspor. Saking semangatnya gue lupa, berangkatnya masih lama...
Nantikan cerita gue jadi gatotkaca selama di Universal Studios Singapore
![]() |
| Ciat..! |
[bersambung...]
Sayup-sayup rintik gerimis
mereda, menyisakan kesunyian pada ritme kelembutan sisa hujan menguarkan aroma
basah tanah. Keresahan hati berpendar manakala rindu seperti berjelaga. Sampai
kapan kita akan seperti ini, berdiri pada tepian dan berharap daratan terlihat
sebentar lagi, sehingga kita berdiri di dermaga yang sama menggenggam tangan.
Jarak yang telah tertanam dalam ingatan tentang bilangan kilometer yang harus
ditempuh, memisahkan waktu juga rindu tumbuh bermekaran di hati. Manakala sedih
menatap bulan yang sama, tapi kaki berpijak di tanah yang berbeda, tidak ada
pelukan. Inikah namanya cinta. Jika lebih banyak luka yang tercipta, jika
tetes-tetes air mata terjun sederas Niagara. Bahkan, kau pertanyakan ketulusan,
di saat pelukan panjang tentang malam itu begitu rapuh air mataku luruh dalam
seluruh. Aku ragu, bukan berarti tak pernah yakin, tapi cinta kita memang tak
sempurna.
Aku tidak mengerti, memandang
kosong mata menatap jauh pandangan. Tak ada senyum, parasku datar tak membentuk
cuaca. Perlahan, permukaan mata menjadi basah. Cairan bening pun terasa hangat
mengalir di pipiku. Sungguh, aku masih cinta. Perasaanku tak terlukiskan tinta.
Mataku seperti langit berubah merah. Dadaku terguncang karena deburan ombak
terlalu kuat menabrak tepi mataku. Kau tahu, begitu sakit. Seperti sia-sia.
Karena tiba-tiba saja seseorang bisa melupakan cinta. Seperti hujan, mataku
menurunkan gerimis. Apakah aku bisa percaya, suatu saat cinta menjadi luka. Dan
aku menangis karenanya. Apa yang salah, ketika akhirnya kau pun menyerah. Tak
perlu lagi alasan jika kau akhirnya merasa bosan. Apakah masih ada harapan, aku
tak tahu. Karena rasa sakit itu seperti bertepuk tanpa tangan. Menjadikan
kekecewaan sebagai akhir dari cerita yang tak pernah usai. Semalam, kau pun
selalu diam. Aku bertanya baru kau bersuara. Kau tampak dingin, atau mungkin
tak ingin. Setelah percakapan itu berakhir yang tersisa hanya senyap karena tak
ada lagi suara di seberang sana, hening. Kepalaku pening, aku berusaha
menyapamu. Mengungkapkan rasa rindu yang terjebak pada jarak. Tapi kau seakan
ingin segera mengakhirinya. Aku tak mengerti, bagaimana cinta menjadi solusi.
Terkadang percaya dengan ucapan orang lain, kadang juga
tidak. Termasuk kadang percaya dengan astrologi dan bersemangat karena banyak
kecocokan, akan tetapi langsung menyangkal jika ternyata tidak cocok. Rupanya,
hal yang membuat orang lain percaya dan tidak percaya didasarkan banyak hal.
Bukan saja, sekadar omongan, bukti mutlak diperlukan.
Percaya nggak sih,
seseorang telah dipersiapkan dalam hidupmu menemanimu sepanjang masa?
Kadang-kadang, gue bertanya-tanya tentang relativitas. Bahwa
kebenaran tidak mutlak, banyak perspektif, banyak selera. Semua hal beradu
menjadi pendapat dan bersikukuh menjadi paling benar. Gue lebih memilih untuk
menarik diri dan melihat dari kejauhan. Jika masalah sudah sangat serius, tentu
gue akan turun tangan.
Gue selalu punya keinginan dan semakin banyak keinginan,
sehingga sedikit yang dilakukan karena gue kehabisan waktu. Banyak tempat ingin
dikunjungi, banyak benda ingin dimiliki, banyak menu baru yang ingin dicicipi,
banyak hal yang ingin dicoba. Rasa ingin tahu gue seringkali meledak-ledak,
terkadang gue harus mengerem keinginan-keinginan tersebut.
Katanya, buang segala
keinginan dan niscaya kamu merasa telah memiliki semua yang dibutuhkan.
Jadi, ini persoalan butuh dan ingin. Seperti gue butuh
bernapas untuk hidup, gue butuh berkembang (biak). Gue percaya ada
keterkaitannya antara butuh dan ingin. Semakin gue coba analisis semakin gue
tidak menemukan uraiannya. Kadang, gue percaya manusia diciptakan baik, tetapi
berapa banyak manusia menjadi jahat dan tidak berniat baik.
Pada dasarnya, gue selalu mencari-cari alasan bagaimana
seseorang bisa berubah, dari baik menjadi jahat, dari jahat menjadi baik.
Selalu ada perubahan yang mengacu pada tindakan-tindakan. Seperti apakah kamu
masih mencintai seseorang meski sering disakiti? Apakah kamu masih mencintai
seseorang meski dia tak balas mencintaimu?
Gue hanya melemparkan perspektif seperti mengetengahkan
tanda tanya besar. Korelasi-korelasi yang terbentuk akibat dari proses pertemuan
titik. Bayangkan, jika tidak ada pertemuan, tidak ada perbincangan, tidak
saling mengenal, tidak saling jatuh cinta, tidak ada patah hati, tidak ada
keburukan dan tidak ada cerita apa pun. Gue bertemu seseorang, menyapa lalu
mengajak bercanda adalah salah satu bentuk interaksi pertemuan titik, apakah
berlanjut menjadi perbincangan seru atau kita berpisah karena kesibukan
masing-masing.
Inti dari semua relasi terletak pada komunikasi. Berapa
banyak cinta diam-diam hanya berakhir pada secret
admirer. Berapa banyak pernyesalan tak mengutarakan isi hati sementara
gebetan sudah telanjur menggandeng tangan orang lain mesra. Memang tidak mudah,
keterlibatan emosi, prasangka, hipotesis, memungkinkan seseorang menggunakan
data dan info sebelum memutuskan terlibat komunikasi.
Percaya nggak percaya,
ungkapan hati selamanya akan tersimpan jika tidak diutarakan.
Membahas film Madagascar, gue nggak ragu buat joget-joget
kudanil pantat bisulan gatel pengin digaruk sambil nyanyi. like to
move it, move it She likes to move it, move it He likes to move it, move it You
like to... move it
![]() |
| Gue mau joget sama Marty! foto dari sini |
Film ketiga Madagascar 3 Europe’s Most Wanted wownya lebih
dapat ketika nonton versi 3D. Film
animasi komedi ini juga ceritanya penuh petualangan, keseruan, dan
kekocakan. Very Joyful! Mereka ingin kembali ke kebun binatang Central Park.
Pada film Madascar 2, mereka mendarat di Afrika. Namun, pada Madascar 3 ini
mereka tersesat di Eropa.
Hewan-hewan lucu bernama Alex (Ben Stiller), Marty (Chris
Rock), Melman (David Schwimmer), dan Gloria (Jada Pinkett Smith) penuh semangat
ingin kembali ke tempat asal mereka, Amerika. Dengan dipimpin oleh King Julien.
Namun apa daya mereka justru terdampar di berbagai wilayah Eropa. Petualangan
seru pun dimulai. Mereka menjadi bintang sirkus dan bergabung dengan teman baru
mereka bernama Vitaly, Gia, Stefano, dan Sonya. Kisahnya menghibur dan
mengundangang tawa. Sampai akhirnya mereka berhasil kembali ke Central
Park dan pulang ke rumah. ]Sekuel film Madagascar ini semuanya bagus.
Tokoh dalam film ini sangat lucu. Terlebih sekelompok
penguin yang cerdas dan mampu memecahkan banyak masalah. Pokoknya, penguinnya
banyak akal. Pemimpin kelompok bernama Skipper (Tom McGrath). Dia memiliki
pengetahuan dan pengalaman yang cukup bagus dalam militer. Kowalski (Jeff
Bennett) penguin yang strategis. Dia sering memakai ilmu pengetahuan dalam
berbagai misi. Rico (John Di Maggio) bisa memuntahkan benda-benda dari dalam
mulutnya. Dia jarang berbicara dengan jelas. Private (James Patrick Stuart) penguin yang paling muda. Dia lebih sederhana daripada penguin
lain. Paling gue suka adalalah Mort. Kecil, lucu, dan imut. Dia adalah pengikut
raja Julien, yang suka nari kocak dengan gaya leher patah-patah dangdut.
![]() |
| Mort paling kanan, cute! foto dari sini |
Kelucuan-kelucuan itu tidak hanya ditemukan dalam film.
Resort World Sentosa Singapore memiliki wahana Madagascar A Crate Adventure di Universal
Studios Singapore. Wah, gue nggak sabar! Gue akan menaiki perahu yang berlayar
di sepanjang arus air dan menikmati diorama tokoh-tokoh Madgascar. Tidak hanya
diorama, karakter itu menampilkan adegan-adegan konyol dan bicara. Gue seakan
tersedot ke dalam adegan scene film yang lucu. Properti dibuat sedemikian rupa
sehingga tampak asli seperti dalam film. Gue seakan berada di lokasi syuting
Madagascar. Very Awesome!
![]() |
| di gerbang sudah disambut mereka! foto dari sini |
![]() |
| wah mereka lucu beud, foto-able. foto dari sini |
![]() |
| fantastic! foto dari sini |
Selain menikmati keseruan wahana, ada kemeriahan parade
tokoh Madgascar yang keliling kota. Ada karakter yang berjalan-jalan sehingga
bisa foto bersama mereka. Wah, rasanya animasi dalam film jadi nyata.
Gue bakal foto dengan penguin-penguin dan King Julien. Universal Studio Singapore membuat imajinasi gue jadi nyata. Semoga gue dapat free trip to Resorts World Sentosa with Ariev Rahman. Thanks USS!
![]() |
| gue pengin ikut main ayunan, Marty! foto darisini |
Gue bakal foto dengan penguin-penguin dan King Julien. Universal Studio Singapore membuat imajinasi gue jadi nyata. Semoga gue dapat free trip to Resorts World Sentosa with Ariev Rahman. Thanks USS!
Pernah nonton film Jurassic Park? Film tentang taman hiburan
mirip kebun binatang yang berisi dinosaurus raksasa. Gue suka dengan konsep
film ini karena menghidupkan kembali imajinasi masa kecil gue.
Gimana ya kalau
binatang jadi raksasa.
Ternyata, dinosaurus itu memang gede banget. Apalagi dilihat
dari sedotan akua gelas, pasti yang keliatan cuma pori-porinya. Hewan-hewan
raksasa yang berada di Jurassic Park itu dihidupkan kembali untuk keperluan
hiburan. Ceritanya, sekelompok ilmuwan—termasuk paleontologis dan matematikawan
diundang oleh pengusaha pemilik taman untuk menciptakan kembali hewan raksasa melalui
DNA dinosaurus yang ditemukan dalam tubuh nyamuk.
Kalo saja nyamuknya
ngisep gue, bangun tidur gue jadi raksasa.
Untuk menyempurnakan penemuan, para ilmuwan menggunakan DNA
reptil atau amfibi. Mereka tidak menyangka dinosaurus yang diciptakannya berkembang
biak. Masalah muncul ketika salah satu staff keamanan berusaha mencuri embrio
dinosaurus dan memadamkan listrik untuk masuk taman. Dia tidak tahu beberapa
dinosaurus, termasuk Tyrannosaurus rex dan Velociraptor bisa kabur dari
kandang.
![]() |
| ini film Jurassic Park 3D keren! foto diambil dari sini |
Kebayang, kan, kalo Dilophosaurus masuk ke dalam rumah,
ngobrak-ngabrik nyari telur puyuh di kulkas. Bisa hancur semua dunia persilatan.
Film sekuel Jurassic Park yang sudah gue tonton adalah The
Lost World: Jurassic Park (1997), Jurassic Park III (2001) dan Jurassic Park IV
(2009) dan kabarnya film Jurassic Park 4 rilis 2015 dengan Judul Jurassic World.
Gue nggak sabar nunggu, karena belum keluar film terbaru akhirnya gue pun
mencari tahu apakah ada hiburan seperti Jurassic Park.
Gue berselancar di dunia maya nggak pake papan surfing. Menemukan
fakta bukan fiksi, Resort World Sentosa Singapura punya Jurassic Park. Gue kaget
girang sambil nari hula-hula hop. Gue bakal ketemu hewan raksasa yang telurnya
segede ujung monas. Kalo bikin dadar ceplok gimana ya?
![]() |
| wajah-wajah cemilan dino, nih. foto diambil dari sini |
Kelihatan dari gerbanganya aja, Jurassic Park Universal
Studio Singapore ini sudah dijaga dua dinosaurus. Ada Tyrannosaurus rex dan Dilophosaurus
yang memeriksa tiket masuk. Kalo sampai ketahuan nggak bawa tiket, bisa-bisa
diisep dari lobang hidungnya. Bahkan, telur-telurnya pun dibuat di depan
gerbang, gue jadi nostalgia. Imajinasi gue membawa pada tahun-tahun silam di
mana film Jurrasic Park; The Lost World baru dirilis. Kemegahan dan kebesaran
taman ini benar-benar tampak seperti aslinya.
| ngeri kalo tiba-tiba telurnya menetas. foto diambil dari sini |
Para pengunjung akan merasakan sensasi petualangan tur yang
menegangkan, muncul beberapa dinosaurus 3D yang real dan nyata. Tidak seperti
CGI dalam film. Ada sensasi basah karena kita menyusuri Jurassic Park Rapid
Adventure di atas arus air yang mengalir deras. Gue naik boat yang diangkat
pake lift kurang lebih setinggi 15 meter kemudian diseluncurkan. Siap-siap terguncang! Siap-siap
juga kresek kalo perut mulai bergolak. Gue harus pegangan pake lem besi biar
nempel dan nggak terpental. Hahaha.
![]() |
| gue berharap dinonya puasa. foto diambil dari sini |
Menunggu film terbaru Jurassic Park masih lama. Jadi, gue
harus datang ke Jurassic Park Universal Studios Singapore untuk menebus penantian gue. Selain karena taman
hiburan yang megah, dinosaurusnya juga 3D banget. Gue sih pengin nunggang Tyrannosaurus
rex, ya kalo nggak dikunyah abis-abisan. Kebetulan, ada kontes free trip to Resorts World Sentosa with Ariev Rahman. Siapa tahu gue ikut dan jadi salah satu orang yang beruntung. :’)
Di kalangan anak-anak pasti tidak asing dengan film kartun
SpongeBob Squarepants. Film persahabatan antara sponge kuning dan bintang laut.
Kehidupan di dalam film ini terjadi di laut. Suasananya sangat menarik dan
seru, Bikini Bottom penuh dengan ikan-ikan yang suka makan burger. Gara-gara
film itu, gue jadi suka dengan kehidupan biota laut.
![]() |
| Sponge kuning yang hilang dari wastafel. foto diambil dari sini |
Memang, kalau di dalam lautan tidak ada sebonggol nanas yang
jadi rumah SpongeBob. Tidak ada juga Patrick Star di rumah batunya nonton
televisi. Justru kalau di lautan ada terumbu karang dan ikan-ikan yang berenang
menggunakan siripnya. Warnanya lucu dan menawan. Gue nggak kebayang pas nyelam di laut nemu ikan lagi antre beli
krabby patty di Krusty Krab. Krusty Krab adalah nama restoran cepat saji di
Bikini Bottom.Gue suka adegan Spongebob kejar ubur-ubur, kalo nyelam nanti
gue mau kejar ubur-ubur pake jaring ikan cupang.
Gara-gara sering nonton film animasi itu gue jadi suka snorkling dan diving. Terakhir kali gue snorkling lihat ikan-ikan di pulau semak
daun, pulau pari, dan pulau harapan di kepulauan Seribu. Buat gue kehidupan
biota laut itu awesome. Bisa lihat
terumbu karang yang cantik, ikan-ikan yang berenang berjamaah, dan lihat biota
laut lainnya.
![]() |
| gue pengin pamer jempol kalo nyelem di Sea-Aquarium. foto diambil dari sini |
Pokoknya gue suka main air, berenang, nyelam-nyelam gitu. Buat
gue main air itu nggak pernah kehausan, kalo haus tinggal mangap. Haha.
Untuk mengisi bucket list liburan, gue pun mencari tempat yang bisa lihat
biota laut dan menawarkan pengalaman baru dunia air. Setelah dicari-cari
ternyata Resort World Sentosa Singapura punya The Marine Life Park; Adventure Cove Waterpark dan S.E.A. Aquarium (Southeast Asia Aquarium, dibaca Sea-Aquarium)
Gue langsung mupeng gila, wahana ini awesome parah karena lengkap abis.
Di Adventure Cove Waterpark bisa bebas bermain air
sepuasnya, dan tercatat wahana air terbesar di Asia dengan 13 wahana kolam dan
seluncuran. Wah, mau pake atraksi
berbagai gaya seluncuran juga nggak ngebosenin kayaknya. Apalagi ada roller coaster di air yang menantang adrenalin, SpongeBob naik roller coaster darat aja langsung mencret, jiwa gue merasa terpanggil nyobain wahana ini
![]() |
| gue harus pake rem kaki kalo mendadak lampu merah. foto diambil dari sini |
Puas main air sampai capek gue bisa santai di wahana
Adventure River. Kolam ini didesain dengan arus mengalir layaknya sungai sepanjang 620 meter, gue
bisa ngapung dengan ilmu tahan napas gue menyusuri arus. Kolam ini pun sudah dibuat
seperti akuarium yang besar jadi gue bisa lihat ikan-ikan berenang flashmob, dan biota laut lainnya.
Nggak cuma kolam gue bakal masuk ke terowongan bawah air yang
menembus hutan tropis dan gua misterius. Beuh,
sadaap!
![]() |
| gue bisa ngapung tanpa ban! foto diambil dari sini |
Masih belum puas dengan pengalaman bermain air, gue bisa snorkling lihat biota laut. Gue bakal lihat ikan-ikan berenang (bukan jalan kaki kaya di film SpongeBob). Pemandangan di bikini bottom nggak ada apa-apanya dibandingkan di sini
![]() |
| ikannya lucu-lucu ya. foto diambil dari sini |
Ini akan jadi pengalaman seru nggak terlupakan menikmati dunia air dan biota laut. Gue pun segera ikut free trip to Resorts World Sentosa with Ariev Rahman biar gue nggak cuma nonton film SpongeBob. Gue bakal ngobrol sama Yellowfin Surgeonfish di sana. Doain gue ya biar sampai ke sana :')
Sebagai pecinta minion gue selalu nonton film Despicable Me.
Gue juga punya action figure minion
berbagai jenis. Despicable Me adalah film komedi animasi komputer 3D Amerika. Film
ini diproduksi oleh Illumination Entertainment dan didistribusikan oleh
Universal Pictures.
Beruntung, pacar gue pengertian dan baik hati. Gue dapat suprise dari dia barang-barang minion,
selimut, mainan, dan birthday cake. Senang
banget gue guling-guling papoy. Karena selimut di kamar gue ganti jadi minion,
gue tidurnya pules. Malamnya gue mimpi main kejar-kejaran sama minion. Begitu ketangkep,
gue peluk dia.
Mainan minion dari hadiah ayam goreng juga gue pasang deket
televisi. Setiap nonton, minion-minion itu kaya mandangin gue, gue pandang
balik. Kami saling berpandangan. Tapi gue nggak pernah menang main nggak kedip
lama-lamaan sama minion. Mereka itu jago nggak ngedip.
Saat gue tahu di Universal Studios Singapure ada minion, gue
pengin ke sana. Rasanya mimpi gue bakal jadi kenyataan kalo bisa meluk dia.
Minion Mart sudah dibuka di Universal Studios Singapore. Gue bisa seharian belanja minion stuff buat nambahin koleksi. Ada puluhan bahkan ratusan boneka minion yang tersedia di sana. Ternyata merekalah yang membangun Universal Studios Singapore jadi gede dan awesome! good job papoy.
![]() |
| wah Minion nungguin gue |
| like in heaven... Minion every where! |
![]() |
| jangan-jangan ini Minion di mimpi gue. foto diambil dari sini |
Gue jadi penasaran. Semalam cek timeline @arievrahman @rwsentosaID #RWSID. Ada kuis trip to Resorts World Sentosa with Ariev Rahman. Gue ikutan deh biar ketemu minion, semoga mimpi gue jadi
nyata :’)
Secara mengejutkan gue mendapatkan kabar bahwa teman dekat
akan segera menikah. Iya bisa dikatakan segera dan mendadak. Gue bahkan tidak
tahu kalau ternyata dia akan menikah dengan pacar yang baru, bukan dengan pacar
yang gue tahu dan kenal sebelumnya. Sejenak, gue terdiam untuk memikirkan bahwa
teman gue akan bersanding di pelaminan dengan seseorang, pacar yang baru—kalau
berdasarkan waktunya adalah orang yang baru dikenalnya. Pacar sebelumnya gue
sangat tahu dan mengenal karena beberapa kali sempat bertemu dan mengobrol. Untuk
pacar yang barunya, gue belum tahu sama sekali dan baru mendengar namanya. Hal itu
pun gue baca di surat undangan yang dikirimkan melalui sosial media.
Kenapa ya pacaran lama-lama putus, pacaran bentar bisa langsung menikah?
Mungkin, dia bosan dengan pacar lamanya. Mungkin juga dia bisa merasa sangat yakin dengan pacar barunya. Gue hanya bisa menduga-duga. Pernikahan akan digelar dalam hitungan hari lagi. Gue pernah dengar darinya kalau memang tahun ini akan menikah, tapi nggak tahu kalau ternyata dengan pacar barunya. Menurut gue, kabar menikah dengan pacar baru itu mengejutkan. Terlebih, dia baru mengenalnya dan teman gue memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya untuh mendampingi sebagai istri.
Karena gue penasaran, akhirnya coba kirim pesan singkat
kepada teman gue itu.
“Lo benaran mau nikah?”
“Iya, minggu depan.”
“Apa?! Kenapa secepat itu?”
“Iya, ceritanya panjang.”
Akhirnya muncul dugaan baru, kenapa dia buru-buru menikah? Apakah
jangan-jangan dia terdesak karena sesuatu—pembaca boleh ikut menduga. Dari info
yang gue tahu, pacar barunya ini rekan kerja sekantor sehingga terjadi cinta
lokasi. Sebagai teman, sih, gue ikut mendukung aja selama dia bahagia.
“Tapi, gue ragu deh?”
“Apa? Seminggu lagi lo nikah dan baru bilang ragu sekarang?”
Gue pun dikejutkan lagi dengan pernyataan dia barusan, ragu.
Jelas, secara objektif mungkin karena baru kenal. Tapi keraguan itu muncul
biasanya terjadi karena ada sesuatu yang melatarbelakanginya. Sesuatu itu bisa
jadi apa saja, faktor keluarga, faktor kemapanan, faktor mental, sekali lagi cuma
dia yang tahu.
“Iya, nggak tahu mungkin bisa jadi karena gugup,” ungkapnya
“Tapi, kenapa harus dia pilihan lo?”
“Nggak tahu, gue ngerasa jatuh cinta.”
“Jadi sama pacar lamanya lo, nggak ngerasain hal itu?
“Sejujurnya, dulu gue pacaran sama dia karena ketertarikan
fisik dan saat itu memang lagi pengin pacaran dan ada yang semangatin gue
ngerjain tugas akhir.”
Gue sekali lagi terhenyak. Bisa-bisanya dia pacaran sama
orang bertahun-tahun tidak dilandasi oleh cinta, tetapi hanya ketertarikan
fisik belaka. Selama gue kenal dengan pacarnya, memang sih dari fisik terlihat
oke, akan tetapi entah dari bagian yang lain apakah dia cukup menarik. Bagaimana
dengan sifatnya, kepribadiannya, perilaku dan kebiasaanya? Gue jadi
bertanya-tanya, bahwa pada akhirnya hati jugalah yang memilih. Teman gue ini,
padahal kalau kata orang—termasuk gue. Mengganggap dia dan pacarnya nih udah
serasi, ideal, mirip—yang katanya bakal jodoh. Tapi, ternyata hati teman gue
berkata lain.
“Gue ngerasa nggak benar-benar jatuh cinta, nggak
benar-benar sayang sama dia.” Tambahnya lagi.
“Jadi, ini kali pertamanya lo merasakan desir perasaan
bahagia jatuh cinta dengan pacar baru.”
“iya,” jawabnya singkat.
“Lantas, setelah lo jatuh cinta dan yakin untuk menikah
kenapa muncul ragu?”
“Ternyata, sebelum jadian sama gue dia sudah bertunangan.”
Astaga! Lagi-lagi perasaan gue tersentak. Bagaimana tidak
dia bisa jatuh pada hubungan yang sulit. Hatinya jatuh cinta pada area terlarang.
Pacar barunya sudah punya tunangan, teman gue
jatuh cinta sama dia. Gue jadi berpikir, apakah seegois itu cinta hadir
tidak pada tempatnya, tidak pada waktunya.
Kapan, sih, sebenarnya cinta datang di saat yang tepat?
Kapan, sih, sebenarnya cinta datang di saat yang tepat?
“Terus pacar lo ninggalin mantannya demi lo?”
“Iya,”
“Kok, bisa?”
“Dia juga ngerasa belum pernah jatuh cinta seperti ini,
kecuali sama gue.”
Pada titik ini, gue coba menguraikan sebenarnya jatuh cinta
itu seperti apa. Keduanya sama-sama pada posisi punya pacar. Temen gue punya
pacar, pacar barunya punya tunangan. Akan tetapi, kenapa keduanya sampai nekat
untuk memutuskan pacarnya masing-masing untuk menyatukan cintanya. Jatuh cinta
seperti apa yang membuat mereka begitu yakin bahwa itu adalah sebenar-benar
cinta.
“Iya, gue juga nggak ngerti. Dia sama tunangan sudah lama
bertahun-tahun pacaran juga. Tapi mereka hanya bersama karena punya tujuan,
bukan karena sama-sama cinta. Mereka saling sayang karena mereka sudah dekat
satu sama lain sejak dulu, sejak bangku SMA.”
“Jadi, sia-sia dong hubungan lo selama ini dengan pacar lo? Sia-sia
juga dong perjuangan pacar baru lo bersama tunangannya sampai sejauh ini?”
“Gue nggak tahu, yang jelas nggak ada yang sia-sia bukan. Mungkin
ini memang jalan yang sudah diatur bahwa gue dipertemukan pacar baru dengan
cara seperti ini.”
Pada akhrinya, gue membayangkan betapa sulitnya kita jujur
untuk berterus terang dan mengklaim bahwa perasaan seperti apa yang
sebenar-benarnya cinta. Teman gue harus putus dengan pacar lamanya, pacar
barunya harus putus dengan tunangannya. Tapi bukankah mereka terlibat perasaan
dengan pacar lamanya masing-masing selama bertahun-tahun? Bagaimana mereka bisa
dengan cepatnya menghilangkan kebiasaan-kebiasaan saat bersama pacar lama masing-masing?
“Terus saat lo jatuh cinta sama pacar baru di kantor, status
lo masih pacaran sama pacar lama?”
“Iya,” jawabnya singkat.
“Berarti lo selingkuh dong!”
“Gue nggak selingkuh, gue cuma jatuh hati, itu hal yang
berbeda.”
“Tapi kan lo sadar punya pacar dan lo bisa jatuh cinta lagi?”
“Ya, gimana dong siapa yang bisa menahan perasaan jatuh
cinta.”
Semakin menarik, gue semakin tahu latar belakang pernikahan
dia seminggu lagi. Gue semakin penasaran dengan ceritanya.
Bersambung...






























