Sayup-sayup rintik gerimis
mereda, menyisakan kesunyian pada ritme kelembutan sisa hujan menguarkan aroma
basah tanah. Keresahan hati berpendar manakala rindu seperti berjelaga. Sampai
kapan kita akan seperti ini, berdiri pada tepian dan berharap daratan terlihat
sebentar lagi, sehingga kita berdiri di dermaga yang sama menggenggam tangan.
Jarak yang telah tertanam dalam ingatan tentang bilangan kilometer yang harus
ditempuh, memisahkan waktu juga rindu tumbuh bermekaran di hati. Manakala sedih
menatap bulan yang sama, tapi kaki berpijak di tanah yang berbeda, tidak ada
pelukan. Inikah namanya cinta. Jika lebih banyak luka yang tercipta, jika
tetes-tetes air mata terjun sederas Niagara. Bahkan, kau pertanyakan ketulusan,
di saat pelukan panjang tentang malam itu begitu rapuh air mataku luruh dalam
seluruh. Aku ragu, bukan berarti tak pernah yakin, tapi cinta kita memang tak
sempurna.
Aku tidak mengerti, memandang
kosong mata menatap jauh pandangan. Tak ada senyum, parasku datar tak membentuk
cuaca. Perlahan, permukaan mata menjadi basah. Cairan bening pun terasa hangat
mengalir di pipiku. Sungguh, aku masih cinta. Perasaanku tak terlukiskan tinta.
Mataku seperti langit berubah merah. Dadaku terguncang karena deburan ombak
terlalu kuat menabrak tepi mataku. Kau tahu, begitu sakit. Seperti sia-sia.
Karena tiba-tiba saja seseorang bisa melupakan cinta. Seperti hujan, mataku
menurunkan gerimis. Apakah aku bisa percaya, suatu saat cinta menjadi luka. Dan
aku menangis karenanya. Apa yang salah, ketika akhirnya kau pun menyerah. Tak
perlu lagi alasan jika kau akhirnya merasa bosan. Apakah masih ada harapan, aku
tak tahu. Karena rasa sakit itu seperti bertepuk tanpa tangan. Menjadikan
kekecewaan sebagai akhir dari cerita yang tak pernah usai. Semalam, kau pun
selalu diam. Aku bertanya baru kau bersuara. Kau tampak dingin, atau mungkin
tak ingin. Setelah percakapan itu berakhir yang tersisa hanya senyap karena tak
ada lagi suara di seberang sana, hening. Kepalaku pening, aku berusaha
menyapamu. Mengungkapkan rasa rindu yang terjebak pada jarak. Tapi kau seakan
ingin segera mengakhirinya. Aku tak mengerti, bagaimana cinta menjadi solusi.
Terkadang percaya dengan ucapan orang lain, kadang juga
tidak. Termasuk kadang percaya dengan astrologi dan bersemangat karena banyak
kecocokan, akan tetapi langsung menyangkal jika ternyata tidak cocok. Rupanya,
hal yang membuat orang lain percaya dan tidak percaya didasarkan banyak hal.
Bukan saja, sekadar omongan, bukti mutlak diperlukan.
Percaya nggak sih,
seseorang telah dipersiapkan dalam hidupmu menemanimu sepanjang masa?
Kadang-kadang, gue bertanya-tanya tentang relativitas. Bahwa
kebenaran tidak mutlak, banyak perspektif, banyak selera. Semua hal beradu
menjadi pendapat dan bersikukuh menjadi paling benar. Gue lebih memilih untuk
menarik diri dan melihat dari kejauhan. Jika masalah sudah sangat serius, tentu
gue akan turun tangan.
Gue selalu punya keinginan dan semakin banyak keinginan,
sehingga sedikit yang dilakukan karena gue kehabisan waktu. Banyak tempat ingin
dikunjungi, banyak benda ingin dimiliki, banyak menu baru yang ingin dicicipi,
banyak hal yang ingin dicoba. Rasa ingin tahu gue seringkali meledak-ledak,
terkadang gue harus mengerem keinginan-keinginan tersebut.
Katanya, buang segala
keinginan dan niscaya kamu merasa telah memiliki semua yang dibutuhkan.
Jadi, ini persoalan butuh dan ingin. Seperti gue butuh
bernapas untuk hidup, gue butuh berkembang (biak). Gue percaya ada
keterkaitannya antara butuh dan ingin. Semakin gue coba analisis semakin gue
tidak menemukan uraiannya. Kadang, gue percaya manusia diciptakan baik, tetapi
berapa banyak manusia menjadi jahat dan tidak berniat baik.
Pada dasarnya, gue selalu mencari-cari alasan bagaimana
seseorang bisa berubah, dari baik menjadi jahat, dari jahat menjadi baik.
Selalu ada perubahan yang mengacu pada tindakan-tindakan. Seperti apakah kamu
masih mencintai seseorang meski sering disakiti? Apakah kamu masih mencintai
seseorang meski dia tak balas mencintaimu?
Gue hanya melemparkan perspektif seperti mengetengahkan
tanda tanya besar. Korelasi-korelasi yang terbentuk akibat dari proses pertemuan
titik. Bayangkan, jika tidak ada pertemuan, tidak ada perbincangan, tidak
saling mengenal, tidak saling jatuh cinta, tidak ada patah hati, tidak ada
keburukan dan tidak ada cerita apa pun. Gue bertemu seseorang, menyapa lalu
mengajak bercanda adalah salah satu bentuk interaksi pertemuan titik, apakah
berlanjut menjadi perbincangan seru atau kita berpisah karena kesibukan
masing-masing.
Inti dari semua relasi terletak pada komunikasi. Berapa
banyak cinta diam-diam hanya berakhir pada secret
admirer. Berapa banyak pernyesalan tak mengutarakan isi hati sementara
gebetan sudah telanjur menggandeng tangan orang lain mesra. Memang tidak mudah,
keterlibatan emosi, prasangka, hipotesis, memungkinkan seseorang menggunakan
data dan info sebelum memutuskan terlibat komunikasi.
Percaya nggak percaya,
ungkapan hati selamanya akan tersimpan jika tidak diutarakan.
Membahas film Madagascar, gue nggak ragu buat joget-joget
kudanil pantat bisulan gatel pengin digaruk sambil nyanyi. like to
move it, move it She likes to move it, move it He likes to move it, move it You
like to... move it
![]() |
| Gue mau joget sama Marty! foto dari sini |
Film ketiga Madagascar 3 Europe’s Most Wanted wownya lebih
dapat ketika nonton versi 3D. Film
animasi komedi ini juga ceritanya penuh petualangan, keseruan, dan
kekocakan. Very Joyful! Mereka ingin kembali ke kebun binatang Central Park.
Pada film Madascar 2, mereka mendarat di Afrika. Namun, pada Madascar 3 ini
mereka tersesat di Eropa.
Hewan-hewan lucu bernama Alex (Ben Stiller), Marty (Chris
Rock), Melman (David Schwimmer), dan Gloria (Jada Pinkett Smith) penuh semangat
ingin kembali ke tempat asal mereka, Amerika. Dengan dipimpin oleh King Julien.
Namun apa daya mereka justru terdampar di berbagai wilayah Eropa. Petualangan
seru pun dimulai. Mereka menjadi bintang sirkus dan bergabung dengan teman baru
mereka bernama Vitaly, Gia, Stefano, dan Sonya. Kisahnya menghibur dan
mengundangang tawa. Sampai akhirnya mereka berhasil kembali ke Central
Park dan pulang ke rumah. ]Sekuel film Madagascar ini semuanya bagus.
Tokoh dalam film ini sangat lucu. Terlebih sekelompok
penguin yang cerdas dan mampu memecahkan banyak masalah. Pokoknya, penguinnya
banyak akal. Pemimpin kelompok bernama Skipper (Tom McGrath). Dia memiliki
pengetahuan dan pengalaman yang cukup bagus dalam militer. Kowalski (Jeff
Bennett) penguin yang strategis. Dia sering memakai ilmu pengetahuan dalam
berbagai misi. Rico (John Di Maggio) bisa memuntahkan benda-benda dari dalam
mulutnya. Dia jarang berbicara dengan jelas. Private (James Patrick Stuart) penguin yang paling muda. Dia lebih sederhana daripada penguin
lain. Paling gue suka adalalah Mort. Kecil, lucu, dan imut. Dia adalah pengikut
raja Julien, yang suka nari kocak dengan gaya leher patah-patah dangdut.
![]() |
| Mort paling kanan, cute! foto dari sini |
Kelucuan-kelucuan itu tidak hanya ditemukan dalam film.
Resort World Sentosa Singapore memiliki wahana Madagascar A Crate Adventure di Universal
Studios Singapore. Wah, gue nggak sabar! Gue akan menaiki perahu yang berlayar
di sepanjang arus air dan menikmati diorama tokoh-tokoh Madgascar. Tidak hanya
diorama, karakter itu menampilkan adegan-adegan konyol dan bicara. Gue seakan
tersedot ke dalam adegan scene film yang lucu. Properti dibuat sedemikian rupa
sehingga tampak asli seperti dalam film. Gue seakan berada di lokasi syuting
Madagascar. Very Awesome!
![]() |
| di gerbang sudah disambut mereka! foto dari sini |
![]() |
| wah mereka lucu beud, foto-able. foto dari sini |
![]() |
| fantastic! foto dari sini |
Selain menikmati keseruan wahana, ada kemeriahan parade
tokoh Madgascar yang keliling kota. Ada karakter yang berjalan-jalan sehingga
bisa foto bersama mereka. Wah, rasanya animasi dalam film jadi nyata.
Gue bakal foto dengan penguin-penguin dan King Julien. Universal Studio Singapore membuat imajinasi gue jadi nyata. Semoga gue dapat free trip to Resorts World Sentosa with Ariev Rahman. Thanks USS!
![]() |
| gue pengin ikut main ayunan, Marty! foto darisini |
Gue bakal foto dengan penguin-penguin dan King Julien. Universal Studio Singapore membuat imajinasi gue jadi nyata. Semoga gue dapat free trip to Resorts World Sentosa with Ariev Rahman. Thanks USS!
Pernah nonton film Jurassic Park? Film tentang taman hiburan
mirip kebun binatang yang berisi dinosaurus raksasa. Gue suka dengan konsep
film ini karena menghidupkan kembali imajinasi masa kecil gue.
Gimana ya kalau
binatang jadi raksasa.
Ternyata, dinosaurus itu memang gede banget. Apalagi dilihat
dari sedotan akua gelas, pasti yang keliatan cuma pori-porinya. Hewan-hewan
raksasa yang berada di Jurassic Park itu dihidupkan kembali untuk keperluan
hiburan. Ceritanya, sekelompok ilmuwan—termasuk paleontologis dan matematikawan
diundang oleh pengusaha pemilik taman untuk menciptakan kembali hewan raksasa melalui
DNA dinosaurus yang ditemukan dalam tubuh nyamuk.
Kalo saja nyamuknya
ngisep gue, bangun tidur gue jadi raksasa.
Untuk menyempurnakan penemuan, para ilmuwan menggunakan DNA
reptil atau amfibi. Mereka tidak menyangka dinosaurus yang diciptakannya berkembang
biak. Masalah muncul ketika salah satu staff keamanan berusaha mencuri embrio
dinosaurus dan memadamkan listrik untuk masuk taman. Dia tidak tahu beberapa
dinosaurus, termasuk Tyrannosaurus rex dan Velociraptor bisa kabur dari
kandang.
![]() |
| ini film Jurassic Park 3D keren! foto diambil dari sini |
Kebayang, kan, kalo Dilophosaurus masuk ke dalam rumah,
ngobrak-ngabrik nyari telur puyuh di kulkas. Bisa hancur semua dunia persilatan.
Film sekuel Jurassic Park yang sudah gue tonton adalah The
Lost World: Jurassic Park (1997), Jurassic Park III (2001) dan Jurassic Park IV
(2009) dan kabarnya film Jurassic Park 4 rilis 2015 dengan Judul Jurassic World.
Gue nggak sabar nunggu, karena belum keluar film terbaru akhirnya gue pun
mencari tahu apakah ada hiburan seperti Jurassic Park.
Gue berselancar di dunia maya nggak pake papan surfing. Menemukan
fakta bukan fiksi, Resort World Sentosa Singapura punya Jurassic Park. Gue kaget
girang sambil nari hula-hula hop. Gue bakal ketemu hewan raksasa yang telurnya
segede ujung monas. Kalo bikin dadar ceplok gimana ya?
![]() |
| wajah-wajah cemilan dino, nih. foto diambil dari sini |
Kelihatan dari gerbanganya aja, Jurassic Park Universal
Studio Singapore ini sudah dijaga dua dinosaurus. Ada Tyrannosaurus rex dan Dilophosaurus
yang memeriksa tiket masuk. Kalo sampai ketahuan nggak bawa tiket, bisa-bisa
diisep dari lobang hidungnya. Bahkan, telur-telurnya pun dibuat di depan
gerbang, gue jadi nostalgia. Imajinasi gue membawa pada tahun-tahun silam di
mana film Jurrasic Park; The Lost World baru dirilis. Kemegahan dan kebesaran
taman ini benar-benar tampak seperti aslinya.
| ngeri kalo tiba-tiba telurnya menetas. foto diambil dari sini |
Para pengunjung akan merasakan sensasi petualangan tur yang
menegangkan, muncul beberapa dinosaurus 3D yang real dan nyata. Tidak seperti
CGI dalam film. Ada sensasi basah karena kita menyusuri Jurassic Park Rapid
Adventure di atas arus air yang mengalir deras. Gue naik boat yang diangkat
pake lift kurang lebih setinggi 15 meter kemudian diseluncurkan. Siap-siap terguncang! Siap-siap
juga kresek kalo perut mulai bergolak. Gue harus pegangan pake lem besi biar
nempel dan nggak terpental. Hahaha.
![]() |
| gue berharap dinonya puasa. foto diambil dari sini |
Menunggu film terbaru Jurassic Park masih lama. Jadi, gue
harus datang ke Jurassic Park Universal Studios Singapore untuk menebus penantian gue. Selain karena taman
hiburan yang megah, dinosaurusnya juga 3D banget. Gue sih pengin nunggang Tyrannosaurus
rex, ya kalo nggak dikunyah abis-abisan. Kebetulan, ada kontes free trip to Resorts World Sentosa with Ariev Rahman. Siapa tahu gue ikut dan jadi salah satu orang yang beruntung. :’)
Di kalangan anak-anak pasti tidak asing dengan film kartun
SpongeBob Squarepants. Film persahabatan antara sponge kuning dan bintang laut.
Kehidupan di dalam film ini terjadi di laut. Suasananya sangat menarik dan
seru, Bikini Bottom penuh dengan ikan-ikan yang suka makan burger. Gara-gara
film itu, gue jadi suka dengan kehidupan biota laut.
![]() |
| Sponge kuning yang hilang dari wastafel. foto diambil dari sini |
Memang, kalau di dalam lautan tidak ada sebonggol nanas yang
jadi rumah SpongeBob. Tidak ada juga Patrick Star di rumah batunya nonton
televisi. Justru kalau di lautan ada terumbu karang dan ikan-ikan yang berenang
menggunakan siripnya. Warnanya lucu dan menawan. Gue nggak kebayang pas nyelam di laut nemu ikan lagi antre beli
krabby patty di Krusty Krab. Krusty Krab adalah nama restoran cepat saji di
Bikini Bottom.Gue suka adegan Spongebob kejar ubur-ubur, kalo nyelam nanti
gue mau kejar ubur-ubur pake jaring ikan cupang.
Gara-gara sering nonton film animasi itu gue jadi suka snorkling dan diving. Terakhir kali gue snorkling lihat ikan-ikan di pulau semak
daun, pulau pari, dan pulau harapan di kepulauan Seribu. Buat gue kehidupan
biota laut itu awesome. Bisa lihat
terumbu karang yang cantik, ikan-ikan yang berenang berjamaah, dan lihat biota
laut lainnya.
![]() |
| gue pengin pamer jempol kalo nyelem di Sea-Aquarium. foto diambil dari sini |
Pokoknya gue suka main air, berenang, nyelam-nyelam gitu. Buat
gue main air itu nggak pernah kehausan, kalo haus tinggal mangap. Haha.
Untuk mengisi bucket list liburan, gue pun mencari tempat yang bisa lihat
biota laut dan menawarkan pengalaman baru dunia air. Setelah dicari-cari
ternyata Resort World Sentosa Singapura punya The Marine Life Park; Adventure Cove Waterpark dan S.E.A. Aquarium (Southeast Asia Aquarium, dibaca Sea-Aquarium)
Gue langsung mupeng gila, wahana ini awesome parah karena lengkap abis.
Di Adventure Cove Waterpark bisa bebas bermain air
sepuasnya, dan tercatat wahana air terbesar di Asia dengan 13 wahana kolam dan
seluncuran. Wah, mau pake atraksi
berbagai gaya seluncuran juga nggak ngebosenin kayaknya. Apalagi ada roller coaster di air yang menantang adrenalin, SpongeBob naik roller coaster darat aja langsung mencret, jiwa gue merasa terpanggil nyobain wahana ini
![]() |
| gue harus pake rem kaki kalo mendadak lampu merah. foto diambil dari sini |
Puas main air sampai capek gue bisa santai di wahana
Adventure River. Kolam ini didesain dengan arus mengalir layaknya sungai sepanjang 620 meter, gue
bisa ngapung dengan ilmu tahan napas gue menyusuri arus. Kolam ini pun sudah dibuat
seperti akuarium yang besar jadi gue bisa lihat ikan-ikan berenang flashmob, dan biota laut lainnya.
Nggak cuma kolam gue bakal masuk ke terowongan bawah air yang
menembus hutan tropis dan gua misterius. Beuh,
sadaap!
![]() |
| gue bisa ngapung tanpa ban! foto diambil dari sini |
Masih belum puas dengan pengalaman bermain air, gue bisa snorkling lihat biota laut. Gue bakal lihat ikan-ikan berenang (bukan jalan kaki kaya di film SpongeBob). Pemandangan di bikini bottom nggak ada apa-apanya dibandingkan di sini
![]() |
| ikannya lucu-lucu ya. foto diambil dari sini |
Ini akan jadi pengalaman seru nggak terlupakan menikmati dunia air dan biota laut. Gue pun segera ikut free trip to Resorts World Sentosa with Ariev Rahman biar gue nggak cuma nonton film SpongeBob. Gue bakal ngobrol sama Yellowfin Surgeonfish di sana. Doain gue ya biar sampai ke sana :')
Sebagai pecinta minion gue selalu nonton film Despicable Me.
Gue juga punya action figure minion
berbagai jenis. Despicable Me adalah film komedi animasi komputer 3D Amerika. Film
ini diproduksi oleh Illumination Entertainment dan didistribusikan oleh
Universal Pictures.
Beruntung, pacar gue pengertian dan baik hati. Gue dapat suprise dari dia barang-barang minion,
selimut, mainan, dan birthday cake. Senang
banget gue guling-guling papoy. Karena selimut di kamar gue ganti jadi minion,
gue tidurnya pules. Malamnya gue mimpi main kejar-kejaran sama minion. Begitu ketangkep,
gue peluk dia.
Mainan minion dari hadiah ayam goreng juga gue pasang deket
televisi. Setiap nonton, minion-minion itu kaya mandangin gue, gue pandang
balik. Kami saling berpandangan. Tapi gue nggak pernah menang main nggak kedip
lama-lamaan sama minion. Mereka itu jago nggak ngedip.
Saat gue tahu di Universal Studios Singapure ada minion, gue
pengin ke sana. Rasanya mimpi gue bakal jadi kenyataan kalo bisa meluk dia.
Minion Mart sudah dibuka di Universal Studios Singapore. Gue bisa seharian belanja minion stuff buat nambahin koleksi. Ada puluhan bahkan ratusan boneka minion yang tersedia di sana. Ternyata merekalah yang membangun Universal Studios Singapore jadi gede dan awesome! good job papoy.
![]() |
| wah Minion nungguin gue |
| like in heaven... Minion every where! |
![]() |
| jangan-jangan ini Minion di mimpi gue. foto diambil dari sini |
Gue jadi penasaran. Semalam cek timeline @arievrahman @rwsentosaID #RWSID. Ada kuis trip to Resorts World Sentosa with Ariev Rahman. Gue ikutan deh biar ketemu minion, semoga mimpi gue jadi
nyata :’)
Secara mengejutkan gue mendapatkan kabar bahwa teman dekat
akan segera menikah. Iya bisa dikatakan segera dan mendadak. Gue bahkan tidak
tahu kalau ternyata dia akan menikah dengan pacar yang baru, bukan dengan pacar
yang gue tahu dan kenal sebelumnya. Sejenak, gue terdiam untuk memikirkan bahwa
teman gue akan bersanding di pelaminan dengan seseorang, pacar yang baru—kalau
berdasarkan waktunya adalah orang yang baru dikenalnya. Pacar sebelumnya gue
sangat tahu dan mengenal karena beberapa kali sempat bertemu dan mengobrol. Untuk
pacar yang barunya, gue belum tahu sama sekali dan baru mendengar namanya. Hal itu
pun gue baca di surat undangan yang dikirimkan melalui sosial media.
Kenapa ya pacaran lama-lama putus, pacaran bentar bisa langsung menikah?
Mungkin, dia bosan dengan pacar lamanya. Mungkin juga dia bisa merasa sangat yakin dengan pacar barunya. Gue hanya bisa menduga-duga. Pernikahan akan digelar dalam hitungan hari lagi. Gue pernah dengar darinya kalau memang tahun ini akan menikah, tapi nggak tahu kalau ternyata dengan pacar barunya. Menurut gue, kabar menikah dengan pacar baru itu mengejutkan. Terlebih, dia baru mengenalnya dan teman gue memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya untuh mendampingi sebagai istri.
Karena gue penasaran, akhirnya coba kirim pesan singkat
kepada teman gue itu.
“Lo benaran mau nikah?”
“Iya, minggu depan.”
“Apa?! Kenapa secepat itu?”
“Iya, ceritanya panjang.”
Akhirnya muncul dugaan baru, kenapa dia buru-buru menikah? Apakah
jangan-jangan dia terdesak karena sesuatu—pembaca boleh ikut menduga. Dari info
yang gue tahu, pacar barunya ini rekan kerja sekantor sehingga terjadi cinta
lokasi. Sebagai teman, sih, gue ikut mendukung aja selama dia bahagia.
“Tapi, gue ragu deh?”
“Apa? Seminggu lagi lo nikah dan baru bilang ragu sekarang?”
Gue pun dikejutkan lagi dengan pernyataan dia barusan, ragu.
Jelas, secara objektif mungkin karena baru kenal. Tapi keraguan itu muncul
biasanya terjadi karena ada sesuatu yang melatarbelakanginya. Sesuatu itu bisa
jadi apa saja, faktor keluarga, faktor kemapanan, faktor mental, sekali lagi cuma
dia yang tahu.
“Iya, nggak tahu mungkin bisa jadi karena gugup,” ungkapnya
“Tapi, kenapa harus dia pilihan lo?”
“Nggak tahu, gue ngerasa jatuh cinta.”
“Jadi sama pacar lamanya lo, nggak ngerasain hal itu?
“Sejujurnya, dulu gue pacaran sama dia karena ketertarikan
fisik dan saat itu memang lagi pengin pacaran dan ada yang semangatin gue
ngerjain tugas akhir.”
Gue sekali lagi terhenyak. Bisa-bisanya dia pacaran sama
orang bertahun-tahun tidak dilandasi oleh cinta, tetapi hanya ketertarikan
fisik belaka. Selama gue kenal dengan pacarnya, memang sih dari fisik terlihat
oke, akan tetapi entah dari bagian yang lain apakah dia cukup menarik. Bagaimana
dengan sifatnya, kepribadiannya, perilaku dan kebiasaanya? Gue jadi
bertanya-tanya, bahwa pada akhirnya hati jugalah yang memilih. Teman gue ini,
padahal kalau kata orang—termasuk gue. Mengganggap dia dan pacarnya nih udah
serasi, ideal, mirip—yang katanya bakal jodoh. Tapi, ternyata hati teman gue
berkata lain.
“Gue ngerasa nggak benar-benar jatuh cinta, nggak
benar-benar sayang sama dia.” Tambahnya lagi.
“Jadi, ini kali pertamanya lo merasakan desir perasaan
bahagia jatuh cinta dengan pacar baru.”
“iya,” jawabnya singkat.
“Lantas, setelah lo jatuh cinta dan yakin untuk menikah
kenapa muncul ragu?”
“Ternyata, sebelum jadian sama gue dia sudah bertunangan.”
Astaga! Lagi-lagi perasaan gue tersentak. Bagaimana tidak
dia bisa jatuh pada hubungan yang sulit. Hatinya jatuh cinta pada area terlarang.
Pacar barunya sudah punya tunangan, teman gue
jatuh cinta sama dia. Gue jadi berpikir, apakah seegois itu cinta hadir
tidak pada tempatnya, tidak pada waktunya.
Kapan, sih, sebenarnya cinta datang di saat yang tepat?
Kapan, sih, sebenarnya cinta datang di saat yang tepat?
“Terus pacar lo ninggalin mantannya demi lo?”
“Iya,”
“Kok, bisa?”
“Dia juga ngerasa belum pernah jatuh cinta seperti ini,
kecuali sama gue.”
Pada titik ini, gue coba menguraikan sebenarnya jatuh cinta
itu seperti apa. Keduanya sama-sama pada posisi punya pacar. Temen gue punya
pacar, pacar barunya punya tunangan. Akan tetapi, kenapa keduanya sampai nekat
untuk memutuskan pacarnya masing-masing untuk menyatukan cintanya. Jatuh cinta
seperti apa yang membuat mereka begitu yakin bahwa itu adalah sebenar-benar
cinta.
“Iya, gue juga nggak ngerti. Dia sama tunangan sudah lama
bertahun-tahun pacaran juga. Tapi mereka hanya bersama karena punya tujuan,
bukan karena sama-sama cinta. Mereka saling sayang karena mereka sudah dekat
satu sama lain sejak dulu, sejak bangku SMA.”
“Jadi, sia-sia dong hubungan lo selama ini dengan pacar lo? Sia-sia
juga dong perjuangan pacar baru lo bersama tunangannya sampai sejauh ini?”
“Gue nggak tahu, yang jelas nggak ada yang sia-sia bukan. Mungkin
ini memang jalan yang sudah diatur bahwa gue dipertemukan pacar baru dengan
cara seperti ini.”
Pada akhrinya, gue membayangkan betapa sulitnya kita jujur
untuk berterus terang dan mengklaim bahwa perasaan seperti apa yang
sebenar-benarnya cinta. Teman gue harus putus dengan pacar lamanya, pacar
barunya harus putus dengan tunangannya. Tapi bukankah mereka terlibat perasaan
dengan pacar lamanya masing-masing selama bertahun-tahun? Bagaimana mereka bisa
dengan cepatnya menghilangkan kebiasaan-kebiasaan saat bersama pacar lama masing-masing?
“Terus saat lo jatuh cinta sama pacar baru di kantor, status
lo masih pacaran sama pacar lama?”
“Iya,” jawabnya singkat.
“Berarti lo selingkuh dong!”
“Gue nggak selingkuh, gue cuma jatuh hati, itu hal yang
berbeda.”
“Tapi kan lo sadar punya pacar dan lo bisa jatuh cinta lagi?”
“Ya, gimana dong siapa yang bisa menahan perasaan jatuh
cinta.”
Semakin menarik, gue semakin tahu latar belakang pernikahan
dia seminggu lagi. Gue semakin penasaran dengan ceritanya.
Bersambung...
Ternyata, setelah PHP ada muncul istilah baru di dunia
relasi berpacaran. Istilah tersebut menjangkiti hati dan dianggap parasit
karena menggerogoti keharmonsian dalam berhubungan. Bisa disebut penyakit yang
mampu berkembang menjadi ganas. Istilah tersebut adalah PHO, perusak hubungan
orang.
PHO sering kali dianggap sebagai pihak ketiga yang masuk
dalam hubungan dua manusia dan mengganggu relasi mereka. Biasanya, istilah ini
dituding mengganggu dan paling besar berpotensi untuk disalahkan.
Apakah kamu pernah dituduh PHO?
Apakah kamu pernah dituduh PHO?
Ciri-ciri PHO berada di dalam hubungan orang, awalnya bisa sebagai teman dekat, sahabat atau cuma pelarian di kala hubungan sedang mengalami titik jenuh.
Ternyata, dia nyaman sama kamu. Curhat sama kamu. Lebih memilih
jalan sama kamu. Dia sering kali berantem sama pacarnya, dan cerita sama kamu. Saat
hubungan sama pacarnya, dia merasa nyaman jalan sama kamu. Kamu pun merasa
nyaman berada dekat dengan dia. Bahkan, tanpa kamu sadari telah terjebak perasaan jatuh cinta dalam hubungan orang lain. Kamu terjebak cinta terlarang. Emang siapa yang larang?
Akhirnya, kamu berpikir berulang kali, dijalani atau
diakhiri. Di satu sisi, kamu merasa nyaman dengan dia. Di satu sisi yang lain,
kamu sadar dia punya pacar dan masuk dalam hubungan mereka. Maka, sering kali
kamu mengabaikan dia telah dimiliki. Kamu beranggapan selama dia nyaman jalan
sama kamu, dan pacarnya menerima hal itu sudah dianggap bentuk yang wajar. Tetapi,
coba diperhatikan, pacar mana yang
bersedia jalan bersama orang lain dan lebih merasa nyaman dengannya?
Saat perasaan itu mulai tumbuh dan semakin subur menimbulkan
perasaan yang menyenangkan. Kamu mulai berpikir tumbuh rasa sayang dalam dirimu
kepadanya. Dia memiliki tempat di sudut hatimu. Kalian sering jalan, sering curhat,
sering makan bareng, dan nonton bareng. Dia sudah jarang bersama pacarnya, selain itu dia juga
mulai merasakan bentuk kenyamanan itu berubah jadi rasa sayang.
FASE PHO DIMULAI.
Pada titik ini jelas kamu dianggap sebagai PHO bagi hubungan yang sudah retak.
Akan tetapi, kamu mengelak untuk dituduh seperti itu. Kamu menganggap cinta datang di saat yang tidak tepat, akan tetapi kamu lebih memilih menyimpannya. Kamu merasa itu anugerah meski dalam calon rumah tangga orang lain. Akhirnya, kamu jatuh cinta dan ingin memilikinya.
Teman-teman pacarnya mulai menilai buruk
terhadapmu. Akan tetapi, dia hadir selalu menjadi pembela. Kamu merasa dia mendukungmu. Dia
dan pacarnya sudah berada di titik complicated
dan sulit dipertahankan lagi. Kamu tidak lagi berada di posisi sahabat yang
menasihatinya untuk bersabar dan bersikap dewasa. Kali ini, kamu berusaha
melakukan intervensi agar dia segera mengakhiri hubungan dengan pacarnya agar berhambur ke pelukanmu.
Dia akan jadi milikmu, kamu senang dan tentu saja bahagia.
Akan tetapi bagaimana rasanya menemukan kebahagiaan di atas penderitaan orang lain, bagaimana rasanya mendapatkan cinta yang harus mengubur perasaan cinta yang lain, bahkan kamu bukan saja meraih cintanya, kamu telah merusak cinta orang lain.
Cinta memang terkadang egois, datang tak diundang. Saat cinta itu datang kepadamu dan kamu takut kehilangannya. Maka, kamu akan sekuat tenaga berusaha mempertahankan cinta itu, meski harus mengorbankan orang lain. Pada akhirnya, cinta yang hadir memilih sendiri kepada siapa hati berlabuh. Walaupun perasaan itu datang di saat yang tidak tepat, kamu akan tetap menganggap itu cinta.
Kamu selalu berpikir, dia datang kepadamu, dia menawarkan
diri kepadamu, dia akhirnya memberikan cintanya dan melepaskan pacarnya demi
hatimu. Kamu akan berpikir seperti ini,
Salahkah aku mencintai, salahkah aku mengambil kesempatan untukku bahagia, salahkah bila pada akhirnya dia memilih menyerah dari cintanya dan datang kepadaku.
PHO selalu saja memberikan perspektif, untuk menentukan siapa yang bersalah, siapa yang tersangka, dan siapa yang memantik api di daun keringnya hubungan asmara.
Waspadalah, gaes!
Kasih, aku ingin memelukmu tapi tak sanggup lagi karena kini
engkau jauh. Aku tahu, kucintaimu tapi tak mudah, selalu kusayangi tapi kini
engkau lelah. Berapa kali kucoba kau artikan salah. Banyak hal kutunjukkan
sikapku kau anggap tak peduli. Juga rindu yang selalu kuberikan kau anggap tak
berarti. Sedih, mengingat begitu banyak waktu memikirkanmu. Tak membuat dirimu
semakin dekat memelukku. Bahkan, kau kini meragu setelah semua cinta coba
kujadikan bukti. Sedangkan, kau pikir segala bentuk sayang dan perhatianku tak
lebih dari sekadar janji. Ingatkah, kali pertama bertemu, senangnya
menyambutku, kau tuliskan namamu dengan ujung jari di punggungku. Kau tuliskan
cinta di telapak tanganku, kusimpan satu foto kita di pigura kecil yang
terpajang di dinding. Mengetuk hatiku, menitikkan haru. Lamat-lamat rindu, tapi
jarak memisahkanku. Mengubur perasaanku jauh ke dasar kegelapan, tak kutemukan
lagi cahaya cinta. Saat dirimu, perlahan-lahan meninggalkanku diam-diam. Jika
aku bukan jalanmu, aku akan membangun jalan meski harus menghabiskan tahunan
waktu dengan menabung rindu setiap hari berharap bertemu denganmu di ujung
jalan. mengumpulkan kepingan rindu yang berserakan, juga luka hati yang coba
kuabaikan. Aku akan terus berjalan, mencari kesempatan lain, memegang setia dan
satu hati tanpa penyesalan. Meski kakiku tak pernah tahu akan berhenti di
langkah ke berapa, menemukanmu. Aku tak akan pulang.
Kau sempurnakan senyuman, kau lengkapi kerenggangan jemariku
dan tangan kita berpelukan dengan jemarimu. Dengarkanlah, suara hati ini
mengutarakan kejujuran tentang senandung rindu yang tak pernah habiskan keresahan
yang selalu datang. Cinta yang selalu terbayang, akan garis bibirmu, helai
rambutmu yang tersangkut di daun telinga, terselip bulu mata yang jatuh di
pipi, rona merah kala dirimu tersipu malu, derai tawa saat dirimu senang. Buatku,
mencintai lebih dari sekadar biasa, melewati batas-batas ragu, tentang harapan
yang timbul tak memberikan jeda. Merindu lalu hati terbayang hadirnya dirimu. Mendekapku
dalam lamunan. Menyeretku pada ingatan dan masa-masa kita bersama menari di
bawah hujan, menghindari genangan, menggenggam erat tangan. Masih kurasakan
getar dada yang sama saat memelukmu lama. Juga denyut yang seharus tak kusentuh,
menerbitkan bias-bias bening di peluk mata. Tak sanggup kubayangkan bahwa
selalu ada akhir dari setiap cerita. Aku paling takut untuk menghadapi bahwa
kenyataan tak bisa memaksa cintamu untuk terus kumiliki. Saat, sebuah nama
hadir selain diriku mengisi sudut hatimu.
Adakah sebuah rasa di mana aku jatuh pada lubang yang sama,
lubang hati yang sama. aku mencintaimu lebih dari sekali. Aku jatuh hati
kepadamu lebih kuat dari ini. Bukan saja jatuh pada pandangan pertama, tapi jatuh
pada penglihatan berikutnya. Pada setiap tatapan matamu di pagi hari, saat senyummu
benar-benar mekar seperti bunga selepas terbitnya mentari. Dengan ketulusan
hati menyambut pelukanmu, merekam senyumanmu, mengingat kedipan matamu. Aku tahu,
telah mengecewakanmu berulang kali, menyakiti hatimu lebih banyak dari sekali. Tapi,
aku bahagia bersamamu. Tertawa bersamamu, senang bersamamu. Aku tak bisa
menghitung tetesan yang jatuh kala sedih dan pelupuk mataku basah karena takut
kehilanganmu. Masih adakah kesempatan yang tersisa, masih adakah kesempatan
kedua, ketiga, selanjutnya. Aku takut, kau lelah berdiri dan tegar untuk
bertahan dengan semua ini. Adakah rindu yang bisa kubayar menuntaskan sakit
hati yang sering kali kutorehkan. Adakah luka hati yang bisa kusembuhkan dengan
seribu janji, juga manisnya cinta yang pudar. Kucintai dirimu lebih dari
hitungan hari, kusayangi dirimu lebih banyak dari jutaan tahun cahaya, kucoba
menyimpul ikatan sayangku kepadamu agar setiap hari bisa menyuburkan cinta mengabadi. Agar
kelak perasaanku tak pernah kedaluarsa dan mati. Jika aku salah, mengartikan
sikapmu, pengertianmu, ketidakpekaanku menghadapimu. Satu doa dalam dekap, berharap kau
merasakan getar di dadaku menerjemahkan perasaan cintaku yang tak mudah untuk
kau artikan. Lebih dari sekadar maaf atas segala kekuranganku yang tak bisa kusampaikan.
Bahagialah kepada dirimu yang masih merasakan cinta meski
harus menghitung waktu untuk berakhir. Jika sisa waktu untuk mencintai tak
lebih dari hitungan hari. Biarkan perasaan ini menjadi lebih kuat dari biasanya,
meninggalkan bekas dan jejak kenangan yang indah. Kau, bukanlah mantan, tapi
pernah kucintai. Masih harus kuhitung suatu rasa yang pernah singgah di hati. Namamu,
terselip rindu meski tak kumiliki. Kucinta dirimu namun perih. Kusayang dirimu
tapi sakit. kurindukan engkau namun pedih. Kuingin sisa waktu mencintaimu jadi
lebih indah. Salahkah bila aku cintaimu. Semoga aku masih bisa mencintaimu
lagi. Mengulang perasaan yang sebenarnya kuhindari. Tapi, ini rasanya masih
cinta. Ini rasanya masih indah kurasa. Aku tahu, ada hari di mana aku harus
bisa melepasmu pergi. Izinkanlah aku menikmati setiap hitungan detik bersamamu.
Izinkan aku merekam setiap kenangan yang kita lalui bersama. Izinkan aku pada
kesempatan yang tak pernah terulang untuk membuat ingatan yang akan menjadi
lebih dari sekadar kenangan. Cintaimu memang indah, meski rasa sakit. apalah
arti cinta, jika tak pernah dirasakan bersama. Aku mengerti, kau telah
mengajarkanku cinta. Cinta dalam kesendirian.
Cinta buta itu adalah ketika kamu bisa jatuh dan mencintai
seseorang tanpa melihat kenyataanya. Dia itu tidak mencintaimu, artinya kamu
jatuh cinta sendirian. Cinta bertepuk sebelah tangan, tak ada nyaring tak ada
bunyi. Cinta semacam ini, cinta yang membutakan hati. Lebih banyak memaksakan
kehendak dan merasa harus memiliki. Pernah dengar, kan, cinta tak harus
memiliki? Cinta memang dimiliki, tapi cintanya tak bisa dipaksa sehati. Jika dia
tak mencintaimu, lalu untuk apa menunggu. Untuk apa merindukan seseorang yang
tak merindukanmu. Untuk apa mencintai seseorang yang tak mencintaimu. Untuk apa
memikirkan bahkan kepada seseorang yang tak mempedulikanmu. Seharusnya, cinta
mendekatkan dirimu pada kesadaran. Bahwa cinta melahirkan kasih sayang dan
pengertian yang besar. Bahwa pada akhirnya cintalah yang memilih kepada siapa
hati yang terpilih. Jika kamu merasa cintamu buta, cobalah untuk membuka mata. Buka
mata hati untuk melihat lebih jelas, kepada siapakah cintamu layak dan pantas
untuk diberikan. Bukan kepada hati yang telah disia-siakan. Buta, adalah bentuk
hati yang terselimuti kegelapan karena memandang cinta bisa diraih, cinta bisa
dibentuk, cinta bisa ditimbulkan. Pada kenyataanya, cinta lahir dengan
sendirinya. Cinta butuh mata hati untuk melihat lebih jelas, biarkan cinta memilih.
Aku terjatuh dan tak
bisa bangkit lagi...
Aku tenggelam dalam
lautan luka dalam,
Sejak dengar lagu ini, gue selalu belajar berenang. Bisa jadi
sewaktu-waktu gue jatuh terus nggak bisa bangun, setidaknya gue masih usaha
buat berenang, meski lautan sangat luas dan akhirnya gue tenggelam.
Pernah nggak, sih, kepikiran tentang konstituen relasi
keterkaitan logis sebuah hubungan dalam pendekatan analisis humanistis. Kayak judul skripsi, ya.
Gue aja bingung, dosen pembimbing juga pasti nolak usulan
judul gue.
Erich Fromm, yang disebut sebagai Neo-Freudian. Dalam
bukunya yang terkenal, The Art Of Loving
(1995), dia menyatakan bahwa cinta adalah suatu kebutuhan dasar manusia untuk
keluar dari kesepian dan kesendirian.
Daripada bingung, gue coba pecah dalam beberapa faktor
kerangka sub bagian.
Proses pendekatan dalam fungsi kategori PDKT menjadi modal
dalam membangun interaksi yang lebih intim, terjadi lekatan pada proses
penyesuaian dan adaptasi seluruh informasi detail menyerap ketertarikan sublim.
Dalam hal ini, penyatuan dua faktor x dan y membentuk pola
chemistry
Selanjutnya, terlibat interaksi intim, saling mengenal,
jadian. Falling in love. Belum cukup
sampai di situ, kemesraan di awal-awal, saling mengisi dan cinta terasa manis.
Terjadilah gesekan yang menimbulkan konflik, perselisihan
paham, kecemburuan, ketidakadilan, ego bahkan konfrontasi.
Cinta diuji, bertahan atau tinggalkan.
Pada akhir yang tragis, cinta menjadi kehilangan yang tak
terelakkan. Broken heart.
Ribuan hari aku
menunggumu... jutaan lagu yang kucipta untukmu
Semuanya jadi sia-sia. Tak ada gunanya. Putus ya putus aja. Penjelasan
apa pun tak berguna. Perasaan pun tak pernah sama lagi. Kekecewaan, penyesalan
tak menyelamatkan.
Teori cinta menurut psikologi humanistik berpangkal pada
kesadaran emosional. Pemenuhan kebutuhan dasar sampai aktualisasi diri dan kebahagian
menjadi pangkal teori tentang cinta. Cinta bukan semata-mata berdasarkan seks,
melainkan suatu pemuasan emosional dengan hasil suatu kebahagiaan.
What do you think? Let
me know
Entah, embun pagi saat hujan tak datang lagi. Seikat mawar
layu berada di dalam botol tak juga terkena terpaan sinar mentari. Akankah sepanjang
hari, aku tak menemukan cahaya itu datang. Manakala rindu sehabis hujan datang
kemarau di esok hari. Kapan tawa itu senyum terkembang menjadi garis tipis
sendu yang mengalun tanpa rindu. Pertemuan pun berakhir menjadi perpisahan,
bahkan waktu tak berpihak. Langit pagi akan selalu ditemui, akankah perasaan
tetap sama sehangat mentari? Diam-diam aku mencuri cahaya, di balik awan
sebelum fajar. Tetapi, aku kehilangan kehangatan senyum darimu, sepanjang hari
melewati kota dan berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama. Berakhir pada
dialog singkat pagi yang terlihat kilatan basah di matamu. Aku tak bisa mencegah
karena kehabisan waktu, dan sisa sepanjang hari terasa dingin sehabis hujan. Tak
ada yang tahu, dalam hitungan waktu dan perputaran jam menghentikan langkah
denyut jantungku. Tak ada salam perpisahan, tak ada lambaian tangan, tak ada
pelukan hangat yang bisa kukenang. Janji seakan usang seperti buih ombak yang
terbawa di bibir pantai.
Kepada hati yang tak pernah lelah merindukan. Aku menitipkan
surat tentang kehangatan pagi yang menyelipkan rindu di antara pejaman mata. Saat
aku masih mengingat setiap peristiwa manis bersamamu. Mengingat
perhatian-perhatian kecil yang ditujukan kepadaku. Ada waktu yang bergulir dan
cinta tak semestinya berakhir. Aku ingin surat itu tak pernah salah, karena
hati ini tak kehilangan arah. Sejak, aku mencintaimu bukan saja ketulusan. Aku mencintaimu
karena kesempatan hati memilih cinta kepadamu. Di antara puing-puing harapan
dan luka yang kulupakan. Kau datang, seperti oasis tengah gurun, sementara
kemarau berkepanjangan melanda hatiku. Lebih dari sekadar tetes hujan dan tanah
beraroma basah karena ketulusanmu menguarkan manisnya cinta. Cinta yang semestinya.
Di antara pagi yang selalu kunanti, aku selalu ingin senyummu. Selalu ingin
mengingat perhatianmu. Selalu ingin menghabiskan waktu bersamamu. Selalu ingin
mengingat waktu yang tersisa akan terasa manis untuk dikenang. Kepada hati yang
tak pernah lelah mencintai, aku menitipkan surat ketulusan daun yang tak pernah
bertanya pada embun kapan semestinya jatuh. Karena aku jatuh mencintaimu, tanpa
pernah bertanya mengapa.
Aku merindukan pejaman matamu terbuka dan menatapmu dengan
senyum menyambut pagi, membelaimu. Menyusuri lekuk parasmu dengan ujung jari
menyelipkan helai rambut yang terurai. Hangat mentari menelusup lewat ventilasi
dan kau malas bergerak. Aku masih menyisir rambutmu dengan jemari dan menatapmu
mesra. Tak pernah aku merasa bosan, melihat dirimu terbaring dan bebas kulihat
setiap jengkal wajahmu. Mennyentuh pipimu yang lembut, mengecup malu-malu. Matamu
masih malas untuk terbuka dan aku mengusap-usap dahi dan ujung rambut yang
tergerai. Matamu yang lentik dan kusuka, sorot mata teduh yang kucintai. Setiap
pagi, aku tak pernah merasa bosan mencintaimu. Menyambutmu dengan senyum saat
matamu terbuka, menjelang hari penuh cinta dan kehangatan hatimu yang selalu
terasa jauh di dasar lubuk dadaku. Tempat di mana detak jantungku selalu
bergetar, setiap menyebut namamu
Menutup hari yang lelah. Aku tersenyum dalam hatiku pun. Saat ini tak ada yang lebih indah selain aku dan kau saling memahami, jauh lebih sederhana dari arti kata cinta. Tak perlu puisi, ungkapan. Aku tahu, kau cukup mengerti. Sekalipun kukatakan sekali, kau akan lebih mengerti. Aku merindukanmu, sayang. meski pertemuan singkat tak mampu menebus kerinduanku, serupa hujan di tanah gersang, mampu menyiram dahagaku akan senyuman. akankah langit masih sama, akankah hujan turun lagi, tak perlu kau risaukan. cintaku tak pernah berkurang, meski sulit dipahami. aku ingin menggenggam tanganmu lebih lama, aku ingin selalu menjadi pagi yang menyambutmu kala membuka mata, aku ingin lebih dari sekadar pelukan, kasih yang hangat darimu terus mengisi hatiku.

















